Sabtu, 27 November 2010

Ringkasan SIFAT SHALAT NABI Shallallahu 'alaihi wa sallam
Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaani
Perhatian : Tulisan ini hanya ringkasan, bagi pembaca yang ingin mengetahui dalil-dalilnya dipersilahkan
merujuk buku aslinya iaitu : "Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam", oleh Syaikh Muhammad
Nashiruddin Al-Albaani, dengan edisi Indonesia diterbitkan oleh Gema Risalah Press - Bandung.
I. MENGADAP KA'BAH
1. Apabila anda - wahai Muslim - ingin menunaikan shalat, menghadaplah ke Ka'bah
(qiblat) dimanapun anda berada, baik shalat fardlu maupun shalat sunnah, sebab ini
termasuk diantara rukun-rukun shalat, dimana shalat tidak sah tanpa rukun ini.
2. Ketentuan menghadap qiblat ini tidak menjadi keharusan lagi bagi 'seorang yang
sedang berperang' pada pelaksanaan shalat khauf saat perang berkecamuk dahsyat.
Dan tidak menjadi keharusan lagi bagi orang yang tidak sanggup seperti orang
yang sakit atau orang yang dalam perahu, kendaraan atau pesawat bila ia
khawatir luputnya waktu.
Juga tidak menjadi keharusan lagi bagi orang yang shalat sunnah atau witir
sedang ia menunggangi hewan atau kendaraan lainnya. Tapi dianjurkan
kepadanya - jika hal ini memungkinkan - supaya menghadap ke qiblat pada saat
takbiratul ikhram, kemudian setelah itu menghadap ke arah manapun
kendaraannya menghadap.
3. Wajib bagi yang melihat Ka'bah untuk menghadap langsung ke porosnya, bagi
yang tidak melihatnya maka ia menghadap ke arah Ka'bah.
HUKUM SHALAT TANPA MENGHADAP KA'BAH KARENA KELIRU
4. Apabila shalat tanpa menghadap qiblat karena mendung atau ada penyebab
lainnya sesudah melakukan ijtihad dan pilihan, maka shalatnya sah dan tidak perlu
diulangi.
5. Apabila datang orang yang dipercaya saat dia shalat, lalu orang yang datang itu
memberitahukan kepadanya arah qiblat maka wajib baginya untuk segera menghadap
ke arah yang ditunjukkan, dan shalatnya sah.
2. BERDIRI
6. Wajib bagi yang melakukan shalat untuk berdiri, dan ini adalah rukun, kecuali bagi :
Orang yang shalat khauf saat perang berkecamuk dengan hebat, maka
dibolehkan baginya shalat diatas kendaraannya.
Orang yang sakit yang tidak mampu berdiri, maka boleh baginya shalat sambil
duduk dan bila tidak mampu diperkenankan sambil berbaring.
Orang yang shalat nafilah (sunnah) dibolehkan shalat di atas kendaraan atau
sambil duduk jika dia mau, adapun ruku' dan sujudnya cukup dengan isyarat
kepalanya, demikian pula orang yang sakit, dan ia menjadikan sujudnya lebih
rendah dari ruku'nya.
7. Tidak boleh bagi orang yang shalat sambil duduk meletakkan sesuatu yang agak
tinggi dihadapannya sebagai tempat sujud. Akan tetapi cukup menjadikan sujudnya
lebih rendah dari ruku'nya - seperti yang kami sebutkan tadi - apabila ia tidak mampu
meletakkan dahinya secara langsung ke bumi (lantai).
SHALAT DI KAPAL LAUT ATAU PESAWAT
8. Dibolehkan shalat fardlu di atas kapal laut demikian pula di pesawat.
9. Dibolehkan juga shalat di kapal laut atau pesawat sambil duduk bila khawatir akan
jatuh.
10. Boleh juga saat berdiri bertumpu (memegang) pada tiang atau tongkat karena
faktor ketuaan atau karena badan yang lemah.
SHALAT SAMBIL BERDIRI DAN DUDUK
11. Dibolehkan shalat lail sambil berdiri atau sambil duduk meski tanpa udzur
(penyebab apapun), atau sambil melakukan keduanya. Caranya ; ia shalat membaca
dalam keadaan duduk dan ketika menjelang ruku' ia berdiri lalu membaca ayat-ayat
yang masih tersisa dalam keadaan berdiri. Setelah itu ia ruku' lalu sujud. Kemudian ia
melakukan hal yang sama pada rakaat yang kedua.
12. Apabila shalat dalam keadaan duduk, maka ia duduk bersila atau duduk
dalam bentuk lain yang memungkinkan seseorang untuk beristirahat.
SHALAT SAMBIL MEMAKAI SANDAL
13. Boleh shalat tanpa memakai sandal dan boleh pula dengan memakai sandal.
14. Tapi yang lebih utama jika sekali waktu shalat sambil memakai sandal dan sekali
waktu tidak memakai sandal, sesuai yang lebih gampang dilakukan saat itu, tidak
membebani diri dengan harus memakainya dan tidak pula harus melepasnya. Bahkan
jika kebetulan telanjang kaki maka shalat dengan kondisi seperti itu, dan bila kebetulan
memakai sandal maka shalat sambil memakai sandal. Kecuali dalam kondisi tertentu
(terpaksa).
15. Jika kedua sandal dilepas maka tidak boleh diletakkan disamping kanan akan
tetapi diletakkan disamping kiri jika tidak ada disamping kirinya seseorang yang shalat,
jika ada maka hendaklah diletakkan didepan kakinya, hal yang demikianlah yang
sesuai dengan perintah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. (1)
SHALAT DI ATAS MIMBAR
16. Dibolehkan bagi imam untuk shalat di tempat yang tinggi seperti mimbar dengan
tujuan mengajar manusia. Imam berdiri diatas mimbar lalu takbir, kemudian membaca
dan ruku' setelah itu turun sambil mundur sehingga memungkinkan untuk sujud ke tanah
didepan mimbar, lalu kembali lagi keatas mimbar dan melakukan hal yang serupa di
rakaat berikutnya.
KEWAJIBAN SHALAT MENGHADAP PEMBATAS(sutrah) DAN MENDEKAT
KEPADANYA
17. Wajib shalat menghadap tabir pembatas, dan tiada bedanya baik di masjid
maupun selain masjid, di masjid yang besar atau yang kecil, berdasarkan kepada
keumuman sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Artinya : Janganlah shalat melainkan menghadap pembatas, dan jangan
biarkan seseorang lewat dihadapanmu, apabila ia enggan maka
perangilah karena sesungguhnya ia bersama pendampingnya".
(Maksudnya syaitan).
18. Wajib mendekat ke pembatas karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
memerintahkan hal itu.
19. Jarak antara tempat sujud Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan tembok yang
dihadapinya seukuran tempat lewat domba. maka barang siapa yang mengamalkan hal
itu berarti ia telah mengamalkan batas ukuran yang diwajibkan. (2)
KADAR KETINGGIAN PEMBATAS
20. Wajib pembatas dibuat agak tinggi dari tanah sekadar sejengkal atau dua jengkal
berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Artinya : Jika seorang diantara kamu meletakkan dihadapannya sesuatu
setinggi ekor pelana (3) (sebagai pembatas) maka shalatlah
(menghadapnya), dan jangan ia pedulikan orang yang lewat dibalik
pembatas".
21. Dan ia menghadap ke pembatas secara langsung, karena hal itu yang termuat
dalam konteks hadits tentang perintah untuk shalat menghadap ke pembatas. Adapun
bergeser dari posisi pembatas ke kanan atau ke kiri sehingga membuat tidak lurus
menghadap langsung ke pembatas maka hal ini tidak sah.
22. Boleh shalat menghadap tongkat yang ditancapkan ke tanah atau yang
sepertinya, boleh pula menghadap pohon, tiang, atau isteri yang berbaring di
pembaringan sambil berselimut, boleh pula menghadap hewan meskipun unta.
HARAM SHALAT MENGHADAP KE KUBUR.
23. Tidak boleh shalat menghadap ke kubur, larangan ini mutlak, baik kubur para nabi
maupun selain nabi.
HARAM LEWAT DIDEPAN ORANG YANG SHALAT TERMASUK DI MASJID
HARAM.
24. Tidak boleh lewat didepan orang yang sedang shalat jika didepannya ada
pembatas, dalam hal ini tidak ada perbedaan antara masjid Haram atau masjid-masjid
lain, semua sama dalam hal larangan berdasarkan keumuman sabda Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam.
"Artinya : Andaikan orang yang lewat didepan orang yang shalat
mengetahui akibat perbuatannya maka untuk berdiri selama 40, lebih
baik baginya dari pada lewat di depan orang yang sedang shalat".
Maksudnya lewat di antara shalat dengan tempat sujudnya. (4)
KEWAJIBAN ORANG YANG SHALAT MENCEGAH ORANG LEWAT
DIDEPANNYA MESKIPUN DI MASJID HARAM
25. Tidak boleh bagi orang yang shalat menghadap pembatas membiarkan
seseorang lewat didepannya berdasarkan hadits yang telah lalu.
"Artinya : Dan janganlah membiarkan seseorang lewat didepanmu...."
Dan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Artinya : Jika seseorang diantara kamu shalat menghadap sesuatu
pembatas yang menghalanginya dari orang lain, lalu ada yang ingin lewat
didepannya, maka hendaklah ia mendorong leher orang yang ingin lewat
itu semampunya (dalam riwayat lain : cegahlah dua kali) jika ia enggan
maka perangilah karena ia adalah syaithan".
BERJALAN KEDEPAN UNTUK MENCEGAH ORANG LEWAT
26. Boleh maju selangkah atau lebih untuk mencegah yang bukan mukallaf yang lewat
di depannya seperti hewan atau anak kecil agar tidak lewat di depannya.
HAL-HAL YANG MEMUTUSKAN SHALAT
27. Di antara fungsi pembatas dalam shalat adalah menjaga orang yang shalat
menghadapnya dari kerusakan shalat disebabkan yang lewat di depannya, berbeda
dengan yang tidak memakai pembatas, shalatnya bisa terputus bila lewat didepannya
wanita dewasa, keledai, atau anjing hitam.
........................................................................................................................
Fote Note.
1.Saya (Al-Albaani) berkata : disini terdapat isyarat yang halus untuk tidak meletakkan sandal didepan.
Adab inilah yang banyak disepelekan oleh kebanyakan orang yang shalat, sehingga Anda menyaksikan
sendiri diantara mereka yang shalat menghadap ke sandal-sandal.
2.Saya (Al-Albaani) berkata : dari sini kita tahu bahwa apa yang dilakukan oleh banyak orang di setiap
masjid seperti yang saya saksikan di Suriah dan negeri-negeri lain iaitu shalat di tengah masjid jauh dari
dinding atau tiang adalah kelalaian terhadap perintah dan perbuatan Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam.
3.Iaitu kayu yang dipasang di bagian belakang pelana angkutan dipunggung unta. Di dalam hadits ini
terdapat isyarat bahwa : mengaris diatas tanah tidak cukup untuk dijadikan sebagai garis pembatas,
karena hadits yang teriwayatkan tentang itu lemah.
4.Adapun hadits yang disebutkan dalam kitab "Haasyiatul Mathaaf" bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam shalat tanpa menghadap pembatas dan orang-orang lewat didepannya, adalah hadits yang tidak
shahih, lagi pula tidak ada keterangan di hadits tersebut bahwa mereka lewat diantara beliau dengan
tempat sujudnya.
.............................................................................................................................
3. NIAT
28. Bagi yang akan shalat harus meniatkan shalat yang akan dilaksanakannya serta
menentukan niat dengan hatinya, seperti fardhu zhuhur dan ashar, atau sunnat zhuhur
dan ashar. Niat ini merupakan syarat atau rukun shalat. Adapun melafazhkan niat
dengan lisan maka ini merupakan bid'ah, menyalahi sunnah, dan tidak ada
seorangpun yang menfatwakan hal itu di antara para ulama yang dotokohkan oleh
orang-orang yang suka taqlid (fanatik buta).
4. TAKBIR
29. Kemudian memulai shalat dengan membaca. "Allahu Akbar" (Artinya : Allah
Maha Besar). Takbir ini merupakan rukun, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi
wa sallam.
"Artinya : Pembuka Shalat adalah bersuci, pengharamannya adalah
takbir, sedangkan penghalalannya adalah salam" . (1)
30. Tidak boleh mengeraskan suara saat takbir disemua shalat, kecuali jika menjadi
imam.
31. Boleh bagi muadzin menyampaikan (memperdengarkan) takbir imam kepada
jama'ah jika keadaan menghendaki, seperti jika imam sakit, suaranya lemah atau
karena banyaknya orang yang shalat.
32. Ma'mum tidak boleh takbir kecuali jika imam telah selesai takbir.
MENGANGKAT KEDUA TANGAN DAN CARA-CARANYA.
33. Mengangkat kedua tangan, boleh bersamaan dengan takbir, atau sebelumnya,
bahkan boleh sesudah takbir. Kesemuanya ini ada landasannya yang sah dalam
sunah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
34. Mengangkat tangan dengan jari-jari terbuka.
35. Mensejajarkan kedua telapak tangan dengan pundak/bahu, sewaktu-waktu
mengangkat lebih tinggi lagi sampai sejajar dengan ujung telinga. (2)
MELETAKKAN KEDUA TANGAN DAN CARA-CARANYA
36. Kemudian meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri sesudah takbir, ini
merupakan sunnah (ajaran) para nabi-nabi Alaihimus Shallatu was sallam dan
diperintahkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam kepada para sahabat beliau,
sehingga tidak boleh menjulurkannya.
37. Meletakkan tangan kanan diatas punggung tangan kiri dan diatas pergelangan
dan lengan.
38. Kadang-kadang menggenggam tangan kiri dengan tangan kanan. (3)
TEMPAT MELETAKKAN TANGAN
39. Keduanya diletakkan diatas dada saja. Laki-laki dan perempuan dalam hal
tersebut sama. (4).
40. Tidak meletakkan tangan kanan diatas pinggang.
KHUSU' DAN MELIHAT KE TEMPAT SUJUD
41. Hendaklah berlaku khusu' dalam shalat dan menjauhi segala sesuatu yang
dapat melalaikan dari khusu' seperti perhiasan dan lukisan, janganlah shalat saat
berhadapan dengan hidangan yang menarik, demikian juga saat menahan berak dan
kencing.
42. Memandang ke tempat sujud saat berdiri.
43. Tidak menoleh kekanan dan kekiri, karena menoleh adalah curian yang
dilakukan oleh syaitan dari shalat seorang hamba.
44. Tidak boleh mengarahkan pandangan ke langit (ke atas).
DO'A IFTITAAH (PEMBUKAAN)
45. Kemudian membuka bacaan dengan sebagian do'a-do'a yang sah dari Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam yang jumlahnya banyak, yang masyhur diantaranya ialah :
"Subhaanaka Allahumma wa bihamdika, wa tabaarakasmuka, wa ta'alaa jadduka,
walaa ilaha ghaiyruka".
"Artinya : Maha Suci Engkau ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu,
kedudukan-Mu sangat agung, dan tidak ada sembahan yang hak selain
Engkau".
Perintah ber-istiftah telah sah dari Nabi, maka sepatutnya diperhatikan untuk
diamalkan. (5)
5. QIRAAH (BACAAN)
46. Kemudian wajib berlindung kepada Allah Ta'ala, dan bagi yang
meninggalkannya mendapat dosa.
47. Termasuk sunnah jika sewaktu-waktu membaca.
"A'udzu billahi minasy syaiythaanirrajiim, min hamazihi, wa nafakhihi, wa nafasyihi"
"Artinya : Aku berlindung kepada Allah dari syithan yang terkutuk, dari
godaannya, dari was-wasnya, serta dari gangguannya".
48. Dan sewaktu-waktu membaca tambahan.
"A'udzu billahis samii-il a'liimi, minasy syaiythaani ......."
"Artinya : Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui, dari syaitan......."
49. Kemudian membaca basmalah (bismillah) disemua shalat secara sirr (tidak
diperdengarkan).
MEMBACA AL-FAATIHAH
50. Kemudian membaca surat Al-Fatihah sepenuhnya termasuk bismillah, ini adalah
rukun shalat dimana shalat tak sah jika tidak membaca Al-Fatihah, sehingga wajib
bagi orang-orang 'Ajm (non Arab) untuk menghafalnya.
51. Bagi yang tak mampu menghafalnya boleh membaca.
"Subhaanallah, wal hamdulillah walaa ilaha illallah, walaa hauwla wala quwwata illaa
billah".
"Artinya : Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada sembahan
yang haq selain Allah, serta tidak ada daya dan kekuatan melainkan
karena Allah".
52. Didalam membaca Al-Fatihah, disunnahkan berhenti pada setiap ayat, dengan
cara membaca. (Bismillahir-rahmanir-rahiim) lalu berhenti, kemudian membaca.
(Alhamdulillahir-rabbil 'aalamiin) lalu berhenti, kemudian membaca.
(Ar-rahmanir-rahiim) lalu berhenti, kemudian membaca. (Maaliki yauwmiddiin) lalu
berhenti, dan demikian seterusnya. Demikianlah cara membaca Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam seluruhnya. Beliau berhenti diakhir setiap ayat dan tidak
menyambungnya dengan ayat sesudahnya meskipun maknanya berkaitan.
53. Boleh membaca. (Maaliki) dengan panjang, dan boleh pula. (Maliki) dengan
pendek.
BACAAN MA'MUM
54. Wajib bagi ma'mum membaca Al-Fatihah dibelakang imam yang membaca sirr
(tidak terdengar) atau saat imam membaca keras tapi ma'mum tidak mendengar
bacaan imam, demikian pula ma'mum membaca Al-Fatihah bila imam berhenti
sebentar untuk memberi kesempatan bagi ma'mum yang membacanya. Meskipun
kami menganggap bahwa berhentinya imam ditempat ini tidak tsabit dari sunnah. (6)
BACAAN SESUDAH AL-FATIHAH
55. Disunnahkan sesudah membaca Al-Fatihah, membaca surat yang lain atau
beberapa ayat pada dua raka'at yang pertama. Hal ini berlaku pula pada shalat
jenazah.
56. Kadang-kadang bacaan sesudah Al-Fatihah dipanjangkan kadang pula
diringkas karena ada faktor-faktor tertentu seperti safar (bepergian), batuk, sakit, atau
karena tangisan anak kecil.
57. Panjang pendeknya bacaan berbeda-beda sesuai dengan shalat yang
dilaksanakan. Bacaan pada shalat subuh lebih panjang dari pada bacaan shalat
fardhu yang lain, setelah itu bacaan pada shalat dzuhur, pada shalat ashar, lalu
bacaan pada shalat isya, sedangkan bacaan pada shalat maghrib umumnya
diperpendek.
58. Adapun bacaan pada shalat lail lebih panjang dari semua itu.
59. Sunnah membaca lebih panjang pada rakaat pertama dari rakaat yang kedua.
60. Memendekkan dua rakaat terakhir kira-kira setengah dari dua rakaat yang
pertama. (7)
61. Membaca Al-Fatihah pada semua rakaat.
62. Disunnahkan pula menambahkan bacaan surat Al-Fatihah dengan surat-surat
lain pada dua rakaat yang terkahir.
63. Tidak boleh imam memanjangkan bacaan melebihi dari apa yang disebutkan
didalam sunnah karena yang demikian bisa-bisa memberatkan ma'mum yang tidak
mampu seperti orang tua, orang sakit, wanita yang mempunyai anak kecil dan orang
yang mempunyai keperluan.
MENGERASKAN DAN MENGECILKAN BACAAN
64. Bacaan dikeraskan pada shalat shubuh, jum'at, dua shalat ied, shalat istisqa,
khusuf dan dua rakaat pertama dari shalat maghrib dan isya. Dan dikecilkan (tidak
dikeraskan) pada shalat dzuhur, ashar, rakaat ketiga dari shalat maghrib, serta dua
rakaat terakhir dari shalat isya.
65. Boleh bagi imam memperdengarkan bacaan ayat pada shalat-shalat sir (yang
tidak dikeraskan).
66. Adapun witir dan shalat lail bacaannya kadang tidak dikeraskan dan kadang
dikeraskan.
MEMBACA AL-QUR'AN DENGAN TARTIL
67. Sunnah membaca Al-Qur'an secara tartil (sesuai dengan hukum tajwid) tidak
terlalu dipanjangkan dan tidak pula terburu-buru, bahkan dibaca secara jelas huruf
perhuruf. Sunnah pula menghiasi Al-Qur'an dengan suara serta melagukannya sesuai
batas-batas hukum oleh ulama ilmu tajwid. Tidak boleh melagukan Al-Qur'an seperti
perbuatan Ahli Bid'ah dan tidak boleh pula seperti nada-nada musik.
68. Disyari'atkan bagi ma'mum untuk membentulkan bacaan imam jika keliru.
..........................................................................................................................
Fote Note
1."Pengharaman" maksudnya : haramnya beberapa perbuatan yang diharamkan oleh Allah didalam
shalat. "Penghalal" maksudnya : halalnya beberapa perbuatan yang dihalalkan oleh Allah di luar shalat.
2.Saya (Al-Albaani) berkata : adapun menyentuh kedua anak telinga dengan ibu jari, maka perbuatan ini
tidak ada landasannya di dalam sunnah Nabi, bahkan hal ini hanya mendatangkan was-was.
3.Adapun yang dianggap baik oleh sebagian orang-orang terbelakang, iaitu menggabungkan antara
meletakkan dan menggemgam dalam waktu yang bersamaan, maka amalan itu tidak ada dasarnya
4.Saya (Al-Albaani) berkata : amalan meletakkan kedua tangan selain di dada hanya ada dua
kemungkinan ; dalilnya lemah, atau tidak ada dalilnya sama sekali.
5.Barang siapa yang ingin membaca do'a-do'a istiftah yang lain, silahkan merujuk kitab : "Sifat Shalat
Nabi".
6.Saya telah sebutkan landasan orang yang berpendapat demikian, dan alasan yang dijadikan landasan
untuk menolaknya di kitab Silsilah Hadits Dho'if No. 546 dan 547.
7.Perincian tentang ini, lihat Sifat Shalat hal 106-125 cet. ke 6 dan ke 7
..............................................................................................................................
6. RUKU'
69. Bila selesai membaca, maka diam sebentar menarik nafas agar bisa teratur
70. Kemudian mengangkat kedua tangan seperti yang telah dijelaskan terdahulu pada
takbiratul ihram.
71. Dan takbir, hukumnya adalah wajib.
72. Lalu ruku' sedapatnya agar persendian bisa menempati posisinya dan setiap anggota
badan mengambil tempatnya. Adapun ruku' adalah rukun.
CARA RUKU'
73. Meletakkan kedua tangan diatas lutut dengan sebaik-baiknya, lalu merenggangkan jari-jari seolaholah
menggemgam kedua lutut. Semua itu hukumnya wajib.
74. Mensejajarkan punggung dan meluruskannya, sehingga jika kita menaruh air
dipunggungnya tidak akan tumpah. Hal ini wajib.
75. Tidak merendahkan kepala dan tidak pula mengangkatnya tapi disejajarkan dengan punggung.
76. Merenggangkan kedua siku dari badan.
77. Mengucapkan saat ruku'. "Subhaana rabbiiyal 'adhiim".
"Artinya : Segala puji bagi Allah yang Maha Agung". tiga kali atau lebih. (1)
MENYAMAKAN PANJANGNYA RUKUN
78. Termasuk sunnah untuk menyamakan panjangnya rukun, diusahakan antara ruku'
berdiri dan sesudah ruku', dan duduk diantara dua sujud hampir sama.
79. Tidak boleh membaca Al-Qur'an saat ruku' dan sujud.
I'TIDAL SESUDAH RUKU'
80. Mengangkat punggung dari ruku' dan ini adalah rukun.
81. Dan saat i'tidal mengucapkan . "Syami'allahu-liman hamidah".
"Artinya : Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya". adapun
hukumnya wajib.
82. Mengangkat kedua tangan saat i'tidal seperti dijelaskan terdahulu.
83. Lalu berdiri dengan tegak dan tenang sampai seluruh tulang menempati posisinya. Ini
termasuk rukun.
84. Mengucapkan saat berdiri. "Rabbanaa wa lakal hamdu"
"Artinya : Ya tuhan kami bagi-Mu-lah segala puji". (2) Hukumnya adalah wajib
agi setiap orang yang shalat meskipun sebagai imam, karena ini adalah wirid
aat berdiri, sedang tasmi (ucapana Sami'allahu liman hamidah) adalah wirid
'tidal (saat bangkit dari ruku' sampai tegak).
85. Menyamakan panjang antara rukun ini dengan ruku' seperti dijelaskan terdahulu.
7. SUJUD
86. Lalu mengucapkan "Allahu Akbar" dan ini wajib.
87. Kadang-kadang sambil mengangkat kedua tangan.
TURUN DENGAN KEDUA TANGAN.
88. Lalu turun untuk sujud dengan kedua tangan diletakkan terlebih dahulu sebelum kedua lutut,
demikianlah yang diperintahkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam serta tsabit dari perbuatan beliau
Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk menyerupai cara
berlututnya unta yang turun dengan kedua lututnya yang terdapat di kaki depan.
89. Apabila sujud -dan ini adalah rukun- bertumpu pada kedua telapak tangan serta
melebarkannya.
90. Merapatkan jari jemari.
91. Lalu menghadapkan ke kiblat.
92. Merapatkan kedua tangan sejajar dengan bahu.
93. Kadang-kadang meletakkan keduanya sejajar dengan telinga.
94. Mengangkat kedua lengan dari lantai dan tidak meletakkannya seperti cara anjing.
Hukumnya adalah wajib.
95. Menempelkan hidung dan dahi ke lantai, ini termasuk rukun.
96. Menempelkan kedua lutut ke lantai.
97. Demikian pula ujung-ujung jari kaki.
98. Menegakkan kedua kaki, dan semua ini adalah wajib.
99. Menghadapkan ujung-ujung jari ke qiblat.
100. Meletakkan / merapatkan kedua mata kaki.
BERLAKU TEGAK KETIKA SUJUD
101. Wajib berlaku tegak ketika sujud, iaitu tertumpu dengan seimbang pada semua
anggota sujud yang terdiri dari : Dahi termasuk hidung, dua telapak tangan, dua lutut dan ujung-ujung jari
kedua kaki.
102. Barangsiapa sujud seperti itu berarti telah thuma'ninah, sedangkan thuma'ninah
ketika sujud termasuk rukun juga.
103. Mengucapkan ketika sujud. "Subhaana rabbiyal 'alaa"
"Artinya : Maha Suci Rabbku yang Maha Tinggi" diucapkan tiga kali atau lebih.
104. Disukai untuk memperbanyak do'a saat sujud, karena saat itu do'a banyak
dikabulkan.
105. Menjadikan sujud sama panjang dengan ruku' seperti diterangkan terdahulu.
106. Boleh sujud langsung di tanah, bolah pula dengan pengalas seperti kain, permadani, tikar dan
sebagainya.
107. Tidak boleh membaca Al-Qur'an saat sujud.
IFTIRASY DAN IQ'A KETIKA DUDUK ANTARA DUA SUJUD
108. Kemudian mengangkat kepala sambil takbir, dan hukumnya adalah wajib.
109. Kadang-kadang sambil mengangkat kedua tangan.
110. Lalu duduk dengan tenang sehingga semua tulang kembali ke tempatnya
masing-masing, dan ini adalah rukun.
111. Melipat kaki kiri dan mendudukinya. Hukumnya wajib.
112. Menegakkan kaki kanan (sifat duduk seperti No. 111 dan 112 ini disebut Iftirasy).
113. Menghadapkan jari-jari kaki kekiblat.
114. Boleh iq'a sewaktu-waktu, iaitu duduk diatas kedua tumit.
115. Mengucapkan pada waktu duduk. "Allahummagfirlii, warhamnii' wajburnii', warfa'nii', wa 'aafinii,
warjuqnii".
"Artinya : Ya Allah ampunilah aku, syangilah aku, tutuplah kekuranganku,
angkatlah derajatku, dan berilah aku afiat dan rezeki".
116. Dapat pula mengucapkan. "Rabbigfirlii, Rabbigfilii".
"Artinya : Ya Allah ampunilah aku, ampunilah aku".
117. Memperpanjang duduk sampai mendekati lama sujud.
SUJUD KEDUA
118. Kemudian takbir, dan hukumnya wajib.
119. Kadang-kadang mengangkat kedua tangannya dengan takbir ini.
120. Lalu sujud yang kedua, ini termasuk rukun juga.
121. Melakukan pada sujud ini apa-apa yang dilakukan pada sujud pertama.
DUDUK ISTIRAHAT
122. Setelah mengangkat kepala dari sujud kedua, dan ingin bangkit ke rakaat yang kedua wajib takbir.
123. Kadang-kadang sambil mengangkat kedua tangannya.
124. Duduk sebentar diatas kaki kiri seperti duduk iftirasy sebelum bangkit berdiri,
sekadar selurus tulang menempati tempatnya.
RAKAAT KEDUA
125. Kemudian bangkit raka'at kedua -ini termasuk rukun- sambil menekan kelantai
dengan kedua tangan yang terkepal seperti tukang tepung mengepal kedua tangannya.
126. Melakukan pada raka'at yang kedua seperti apa yang dilakukan pada rakaat pertama.
127. Akan tetapi tidak membaca pada raka'at yang kedua ini do'a iftitah.
128. Memendekkan raka'at kedua dari raka'at yang pertama.
DUDUK TASYAHUD
129. Setelah selesai dari raka'at kedua duduk untuk tasyahud, hukumnya wajib.
130. Duduk iftirasy seperti diterangkan pada duduk diantara dua sujud.
131. Tapi tidak boleh iq'a ditempat ini.
132. Meletakkan tangan kanan sampai siku diatas paha dan lutut kanan, tidak diletakkan jauh darinya.
133. Membentangkan tangan kiri diatas paha dan lutut kiri.
134. Tidak boleh duduk sambil bertumpu pada tangan, khususnya tangan yang kiri.
MENGGERAKAN TELUNJUK DAN MEMANDANGNYA
135. Menggemgam jari-jari tangan kanan seluruhnya, dan sewaktu-waktu meletakkan ibu jari diatas jari
tengah.
136. Kadang-kadang membuat lingkaran ibu jari dengan jari tengah.
137. Mengisyaratkan jari telunjuk ke qiblat.
138. Dan melihat pada telunjuk.
139. Menggerakan telunjuk sambil berdo'a dari awal tasyahud sampai akhir.
140. Tidak boleh mengisyaratkan dengan jari tangan kiri.
141. Melakukan semua ini disemua tasyahud.
.......................................................................................................................
Fote Note.
1.Masih ada dzikir-dzikir yang lain untuk dibaca pada ruku' ini, ada dzikir yang panjang, ada yang sedang,
dan ada yang pendek, lihat kembali kitab Sifat Shalat nabi.
2.Masih ada dzikir-dzikir yang lain untuk dibaca pada ruku' ini, ada dzikir yang panjang, ada yang sedang,
dan ada yang pendek, lihat kembali kitab Sifat Shalat Nabi,
..........................................................................................................................
UCAPAN TASYAHUD DAN DO’A SESUDAHNYA
142. Tasyahud adalah wajib, jika lupa harus sujud sahwi.
143. Membaca tasyahud dengan sir (tidak dikeraskan).
144. Dan lafadznya : “At-tahiyyaatu lillah washalawaatu wat-thayyibat, assalamu ‘alan -nabiyyi
warrahmatullahi wabarakaatuh, assalaamu ‘alaiynaa wa’alaa ‘ibaadil-llahis-shaalihiin, asyhadu alaa ilaaha
illallah, asyhadu anna muhamaddan‘abduhu warasuuluh”.
“Artinya : Segala penghormatan bagi Allah, shalawat dan kebaikan serta
keselamatan atas Nabi (1) dan rahmat Allah serta berkat-Nya. Keselamatan
atas kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada
sembahan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba dan
asul-Nya”.
145. Sesudah itu bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam
dengan mengucakan : “Allahumma shalli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa ali muhammad,
kamaa shallaiyta ‘alaa ibrahiima wa ‘alaa ali ibrahiima, innaka hamiidum majiid”.
“Allahumma baarik ‘alaa muhammaddiw wa’alaa ali muhammadin kamaa baarikta ‘alaa
ibraahiima wa ‘alaa ali ibraahiima, innaka hamiidum majiid”.
“Artinya : Ya Allah berilah shalawat atas Muhammad dan keluarga
Muhammad, sebagaimana Engkau bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga
Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mulia.
Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana
Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim sesunguhnya Engkau
Maha Terpuji dan Mulia”.
146. Dapat juga diringkas sebagai berikut : “Allahumma shalli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa ali muhammad,
wabaarik ‘alaa muhammadiw wa’alaa ali muhammadin kamaa shallaiyta wabaarikta ‘alaa ibraahiim
wa’alaa ali ibraahiim, innaka hamiidum majiid”.
“Artinya : Ya Allah bershalawtlah kepada Muhammad dan keluarga
Muhammad sebagaimana engkau bershalwat dan memberkahi Ibrahim dan
keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Terpuji dan Mulia”.
147. Kemudian memilih salah satu do’a yang disebutkan dalam kitab dan sunnah yang paling disenangi
lalu berdo’a kepada Allah dengannya.
RAKAAT KETIGA DAN KEEMPAT
148. Kemudian takbir, dan hukumnya wajib. Dan sunnah bertakbir dalam keadaan duduk.
149. Kadang-kadang mengangkat kedua tangan.
150. Kemudian bangkit ke raka’at ketiga, ini adalah rukun seperti sebelumnya.
151. Seperti itu pula yang dilakukan bila ingin bangkit ke raka’at yang ke empat.
152. Akan tetapi sebelum bangkit berdiri, duduk sebentar diatas kaki yang kiri (duduk
iftirasy) sampai semua tulang menempati tempatnya.
153. Kemudian berdiri sambil bertumpu pada kedua tangan sebagaimana yang dilakukan ketika berdiri ke
rakaat kedua.
154. Kemudian membaca pada raka’at ketiga dan keempat surat Al-Fatihah yang
merupakan satu kewajiban.
155. Setelah membaca Al-Fatihah, boleh sewaktu-waktu membaca bacaan ayat atau
lebih dari satu ayat.
QUNUT NAZILAH DAN TEMPATNYA
156. Disunatkan untuk qunut dan berdo’a untuk kaum muslimin karena adanya satu
musibah yang menimpa mereka.
157. Tempatnya adalah setelah mengucapkan : “Rabbana lakal hamdu”.
158. Tidak ada do’a qunut yang ditetapkan, tetapi cukup berdo’a dengan do’a yang sesuai dengan
musibah yang sedang terjadi.
159. Mengangkat kedua tangan ketika berdo’a.
160. Mengeraskan do’a tersebut apabila sebagai imam.
161. Dan orang yang dibelakangnya mengaminkannya.
162. Apabila telah selesai membaca do’a qunut lalu bertakbir untuk sujud.
QUNUT WITIR, TEMPAT DAN LAFADZNYA
163. Adapun qunut di shalat witir disyari’atkan untuk dilakukan sewaktu-waktu.
164. Tempatnya sebelum ruku’, hal ini berbeda dengan qunut nazilah.
165. Mengucapkan do’a berikut :”Allahummah dinii fiiman hadayit, wa ‘aafiinii fiiman
‘aafayit, watawallanii fiiman tawallayit, wa baariklii fiimaa a’thayit, wa qinii syarra
maaqadhayit, fainnaka taqdhii walaa yuqdhaa ‘alayika wainnahu laayadzillu maw waalayit walaa ya’izzu
man ‘aadayit, tabaarakta rabbanaa wata’alayit laa manjaa minka illaa ilayika”.
“Artinya : Ya Allah tunjukilah aku pada orang yang engkau tunjuki dan berilah
aku afiat pada orang yang Engkau beri afiat. Serahkanlah aku pada orang
yang berwali kepada-Mu, berilah aku berkah pada apa yang Engkau berikan
kepadaku, lindungilah aku dari keburukan yang Engkau tetapkan, karena
Engkau menetapkan, dan tidak ada yang menetapkan untukku. Dan
sesungguhnya tidak akan hina orang yang berwali kepada-Mu, dan tidak akan
mulia orang yang memusuhi-Mu, Engkau penuh berkah, Wahai Rabb kami
an kedudukan-Mu sangat tinggi, tidak ada tempat berlindung kecuali
epada-Mu”.
166. Do’a ini termasuk do’a yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diperbolehkan
karena tsabit dari para shahabat radiyallahu anhum.
167. Kemudian ruku’ dan bersujud dua kali seperti terdahulu.
TASYAHUD AKHIR DAN DUDUK TAWARUK
168. Kemudian duduk untuk tasyahud akhir, keduanya adalah wajib.
169. Melakukan pada tasyahud akhir apa yang dilakukan pada tasyahud awal.
170. Selain duduk di sini dengan cara tawaruk iaitu meletakan pangkal paha kiri ketanah dan
mengeluarkan kedua kaki dari satu arah dan menjadikan kaki kiri kebawah betis kanan.
171. Menegakkan kaki kanan.
172. Kadang-kadang boleh juga dijulurkan.
173. Menutup lutut kiri dengan tangan kiri yang bertumpu padanya.
KEWAJIBAN SHALAWAT ATAS NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DAN
BERLINDUNG DARI EMPAT PERKARA
174. Wajib pada tasyahud akhir bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana
lafadz-lafadznya yang telah kami sebutkan pada tasyahud awal.
175. Kemudian berlindung kepada Allah dari empat perkara, dan mengucapkan :”
Allahumma inii a’uwdzubika min ‘adzaabi jahannam, wa min ‘adzaabil qabri wa min fitnatil mahyaa wal
mamaati wa min tsarri fitnatil masyihid dajjal”.
“Artinya : Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari siksa Jahannam dan dari
siksa kubur, dan dari fitnah orang yang hidup dan orang yang mati serta dari
keburukan fitnah masih ad-dajjal”. (2)
BERDO’A SEBELUM SALAM
176. Kemudian berdo’a untuk dirinya dengan do’a yang nampak baginya dari do’a-do’a tsabit dalam kitab
dan sunnah, dan do’a ini sangat banyak dan baik. Apabila dia tidak menghafal satupun dari do’a-do’a
tersebut maka diperbolehkan berdo’a dengan apa yang mudah baginya dan bermanfaat bagi agama dan
dunianya.
SALAM DAN MACAM-MACAMNYA
177. Memberi salam kearah kanan sampai terlihat putih pipinya yang kanan, hal ini adalah rukun.
178. Dan kearah kiri sampai terlihat putih pipinya yang kiri meskipun pada shalat jenazah.
179. Imam mengeraskan suaranya ketika salam kecuali pada shalat jenazah.
180. Macam-macam cara salam.
Pertama mengucapkan. “Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuhu” ke arah
kanan dan mengucapkan. “Assalamu’alaikum warahmatullah” ke arah kiri.
Kedua : Seperti diatas tanpa (Wabarakatuh).
Ketiga mengucapkan.”Assalamu’alaikum warahmatullahi” ke arah kanan dan.
“Assalamu’alaikum” ke arah kiri.
Keempat : Memberi salam dengan satu kali kedepan dengan sedikit miring kearah
kanan.
PENUTUP
Saudaraku seagama.
Inilah yang terjangkau bagiku dalam meringkas sifat shalat nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai satu
usaha untuk mendekatkannya kepadamu sehingga engkau mendapatkan satu kejelasan, tergambar
dalam benakmu, seakan-akan engkau melihatnya dengan kedua belah matamu. Apabila engkau
melaksanakan shalatmu sebagaimana yang aku sifatkan kepadamu tentang shalat nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam, maka aku mengharapkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menerima shalatmu,
karena engkau telah melaksanakan satu perbuatan yang sesuai dengan perkataan nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam.
“Artinya : Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat”.
Setelah itu satu hal jangan engkau lupakan, agar engkau menghadirkan hatimu dan khusyu’ ketika
melakukan shalat, karena itu tujuan utama berdirinya sang hamba di hadapan Allah Subahanahu wa
Ta’ala, dan sesuai dengan kemampuan yang ada padamu dari apa yang aku sifatkan tentang kekhusu’an
serta mengikuti cara shalat nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga engkau mendapatkan hasil
diharapkan sebagaimana yang telah diisyaratkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan firman-Nya.
“Artinya : Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar”.
Akhirnya. Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menerima shalat kita dan amal kita
secara keseluruhan, dan menyimpan pahala shalat kita sampai kita bertemu dengan-Nya. “Di hari tidak
bermanfaat lagi harta dan anak-anak kecuali yang datang dengan hati yang suci”. Dan segala puji bagi
Allah Tuhan semesta alam.
.......................................................................................................................
Fote Note.
1.Ini adalah yang disyariatkan sesudah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dan tsabit dalilnya
diriwayatkan Ibnu Mas’ud, Aisyah, Ibnu Zubair dan Ibnu Abas Radhiyallahu ‘anhu, barang siapa yang
ingin penjelasan lebih lengkap lihat kitab Sifat Shalat.
2.Fitnah orang hidup adalah segala yang menimpa manusia dalam hidupnya seperti fitnah dunia dan
syahwat, fitnah orang yang mati adalah fitnah kubur dan pertanyaan dua malaikat, dan fitnah masih addajjal
apa yang nampak padanya dari kejadian-kejadian yang luar biasa yang banyak menyesatkan
manusia dan menyebabkan mereka mengikuti da’wahnya tentang ketuhanannya.
Disalin dari buku Ringkasan Sifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang diterbitkan oleh
Lembaga Ilmiah Masjid
At-Taqwa Rawalumbu Bekasi Timur. Penterjemah : Amiruddin Abd. Djalil dan M.Dahri.

Sabtu, 06 November 2010

My next bike: Suzuki Skydrive

Intermezzo terhadap permasalahan tunggangan saat ini, saya coba searching di internet, my next bike bakal seperti apa, ya. Nantinya ini akan mendampingi si Black Macho, tapi memang utamanya buat Istri tercinta. Repotnya pakai mobil untuk sekedar antar jemput anak sekolah. Boros BBM dan waktu.
Seperti apa, ya Suzuki Skydrive? Berikut liputan dari detiktoto.com
Kepastian hadirnya Suzuki Skydrive Dynamatic di akhir bulan ini tampaknya mendapat respon positif dari sejumlah dealer resmi Suzuki. Dealer pun sudah mulai membuka pemesanan skutik teranyar Suzuki tersebut.
“Oh, Suzuki Skydrive sudah bisa di pesan sekarang mas,” ujar sales counter dealer tersebut.
Menurutnya kepastian hadirnya Skydrive memang membuat pihaknya bekerja dengan cepat membuka pemesanan motor ini. Apalagi setelah pemberitaan mengenai skutik berkapasitas 125 cc ini sudah tersebar luas.
“Sebelumnya telah banyak konsumen yang menelepon ke dealer kami untuk menanyakan skutik tersebut, jadi sekalian saja kami buka pemesanannya,” tutur sang sales.
Sang sales pun juga menuturkan bahwa  pemesanan Suzuki Skydrive ini sudah dibuka oleh pihaknya sejak Jumat 20 Maret 2009 lalu dan mendapat respon yang bagus dari pasar.
Hal tersebut terbukti dari jumlah pemesanan Skydrive yang sudah mencapai angka 5 unit padahal tanpa bentuk promosi sama sekali. “Dan setiap hari selalu saja ada yang menanyakan mengenai skutik ini,” ucapnya.

Spesifikasi Suzuki Skydrive

Dimensi dan bobot 

Panjang keseluruhan : 1.900 mm
Lebar keseluruhan : 655 mm
Tinggi keseluruhan : 1.050 mm
Jarak antar as roda : 1.265 mm
Jarak tersendah dari tanah : 155 mm
Ketinggian tempat duduk : 160 mm
Bobot kendaraan (berat isi) : 108 kg

Rangka

Tipe : underbone
Suspensi depan : teleskopik, pegas ulir, peredam oli
Suspensi belakang : lengan ayun, pegas ulir, peredam oli
Rem depan : cakram hidrolis
Rem belakang : tromol
Ukuran ban depan : 80/90 – 14
Ukuran ban belakang : 90/90 – 14

Kelistrikan

Pengapian : elektronik ignition (DC CDI)
Tipe busi : NGK C6HSA / ND U2OFS-U
Accu : 12V,12.6 kC (3.5 An)/ 10 HR

Tipe mesin

Jenis : 4 langkah SOHC
System pendingin : pendingin udara
Jumlah silinder : 1 (satu)
Diameter silinder : 53.5 mm
Langkah piston : 55.2 mm
Kapasitas silinder : 124 cm3
Rasio kompresi : 9.6 : 1
Daya maksimum : 6.9 kW/7.500 rpm
Torsi maksimum : 9.6 Nm/6.500 rpm
Karburator : Mikuni BS26
Saringan udara : Busa polyurethane & elemen kertas
System starter : elektrik & engkol

Transmisi

Kopling : kering, otomatis, tipe sentrifugal
System penggerak : CVT dengan V-Belt
Rasio transmisi otomatis : 2.700 – 0.825 (variable)
Perbandingan reduksi akhir : 9.366 (46/17 x 45/13)

Kapasitas

Tangki bensin : 3.9 liter
Oli mesin
Pengantian oli saja : 1.000 ml
Dengan pemasangan filter oli : 1.100 ml
Overhaul : 1.200 ml
Oli reduksi roda gigi : 100 ml

Rabu, 03 November 2010

diet sehat

ips diet - cara menurunkan berat badan ini didedikasikan untuk sahabat yang giat berusaha kerja keras untuk diet atau menurunkan berat badannya. Sekedar berbagi tips diet yang sehat, cepat dan praktis. Untung saja saya ini bertubuh mungil (baca : kurus kerempeng) jadi ngga butuh tips diet ini,hahahha. Tips diet ini juga mungkin cocok banget buat akang Matt Khai yang jauh di sono, daerah Ciputat. Beliau hadir ngga yah di sini.xixixi...

Nah langsung aja deh, info tips diet cara menurunkan berat badan nya :

  • Pada saat sarapan kalau bisa pilih menu makanan yang tinggi seratnya ditambah minuman jus jeruk
  • Kalau suka minum teh, mendingan minum teh hijau setiap hari dimana dapat membantu membakar sekitar 70 kalori lebih dalam sehari
  • Kalau suka minum susu, sebaiknya jangan pilih yang fullcream. Silahkan konsumsi minuman susu yang rendah lemak
  • Perbanyak minum air putih. Banyak orang tidak bisa membedakan rasa lapar dan haus. Saat mengira merasa lapar (padahal, sebenarnya haus), Anda akan mengkonsumsi makanan (yang sebetulnya tidak perlu Anda konsumsi) lalu, bagaimana cara membedakannya? Minum segelas air dan tunggu hingga 10 menit untuk mengetahui apakah Anda masih lapar. Jika ya, berarti Anda memang lapar.
  • Makan dengan cara perlahan. Mengapa orang Amerika lebih rentan terkena obesitas daripada orang Prancis? jawabannya, bukan saja karena porsi makan orang Amerika lebih banyak, tetapi juga karena orang Prancis sangat menikmati makanan mereka dalam setiap kunyahan, sehingga cenderung makan secara perlahan. Hal ini menyebabkan perut akan lebih cepal terasa kenyang yang pada akhirnya turut membantu menekan selera dan porsi makan. Bagi Anda yang belum terbiasa, coba trik ini: letakkan sendok atau garpu saat Anda sedang mengunyah, minum air mineral setiap selesai mengunyah, dan kunyah makanan beberapa kali sebelum menelannya.
  • Gunakan piring yang lebih kecil. Kebiasaan di negara kita adalah menghabiskan makanan yang tersaji di piring, berapa pun jumlah kalori makanan dan ukuran piring tersebut. Untuk menyiasatinya, gunakan piring yang berukuran lebih kecil. Anda akan merasa kenyang dengan makan lebih sedikit.
  • Batasi karbohidrat. Makanan tinggi protein, misalnya ikan, merupakan pilihan makan malam terbaik untuk mengkontrol bobot tubuh. Ini karena protein membuat Anda kenyang lebih lama. Jika Anda ingin mengkonsumsi karbohidrat, hindari yang sederhana, karena lebih cenderung disimpan sebagai lemak ketimbang digunakan sebagai energi.
Mungkin itu aja tips sederhana mengenai diet sehat anda. Moga tips diet ini bisa dengan cepat dapat membuat anda langsing dan menjadi lebih pede dengan turunnya berat badan.

cara membuat perut sick pack


Memiliki perut Six Pack adalah dambaan banyak lelaki karena akan terlihat lebih seksi dan bebas lemak tentunya. Lalu bagaimana tips atau cara agar memiliki perut six pack? Selain olah raga teratur tentunya ada gerakan-gerakan khusus yang akan mempercepat pembentukan otot perut anda. Berikut cara membuat perut six pack mulai dari tingkat pemula sampai advance.

Bench CrunchTingkat pemula: Berbaring, punggung bagian bawah menempel di lantai, kedua lengan disilangkan di atas dada, angkat kedua kaki di atas bangku, paha tegak lurus dengan lantai. Embuskan napas, lalu lengkungkan kepala dan punggung bagian atas ke depan dengan punggung ke bawah tetap menempel di lantai. Usahakan posisi kepala sejajar dengan punggung. Tahan beberapa saat, lalu kembali ke posisi awal.

Tingkat menengah: lakukan gerakan dasar di atas, kedua telapak tangan di belakang kepala, jari-jari tidak saling mengikat, siku menghadap ke depan.

Tingkat lanjutan: Lakukan gerakan dasar, kedua legnan di belakang kepala, kedua siku menyamping.

Tip (untuk tingatkan menengah dan lanjutan): Lengkungkan lalu tahan kepala Anda dengan kedua tangan untuk menghindari cedera leher.
http://img37.imageshack.us/img37/7750/benzok.jpg

Reverse CurlTelentang, lutut ditekuk sehingga paha berada pada posisi tegak lurus dengan lantai. Lengan relaks di sisi tubuh, telapak tangan menghadap ke bawah. Perlahan, angkat tulang panggul beberapa sentimeter, sehingga kedua lutut terdorong ke arah dada. Kembali ke posisi semula, lalu ulangi.

Tip: Saat mengangkat panggul, konsentrasikan seluruh pikiran Anda pada kerja otot perut. Gerakkan lutut perlahan, sehingga tidak melayang lalu menabrak dada.

Tingkat lanjutan: Tambahkan beban ringan di bagian pergelangan kaki.
http://img686.imageshack.us/img686/3541/slomo7.jpg

Trunk Curl With Twist* Telentang, lutut ditekuk, bahu melebar. Telapak kaki menempel di atas lantai. Lengan ditekuk, kedua siku menyamping, teapak tangan di belakang kepala.
* Embuskan napas, angkat bahu dan punggung atas, putar ke samping. Pusatkan gerakan memutar ini pada bagian atas batang tubuh Anda, jangan mendorong bahu dan siku Anda ke depan. Kembali ke posisi semula.
* Angkat kembali tubuh bagian atas, lalu putar ke arah yang berbeda. Lakukan berselang-seling. Satu putaran pada kedua sisi terhitung satu reptisi.
* Tip: Tarik perut Anda ke dalam bersamaan dengan mengangkat tubuh bagian atas dan tahan kepala pada posisi netral sehingga dagu Anda tidak menekan ke dada.
http://img29.imageshack.us/img29/5804/reserverce.jpg

Double Crunch With Twist* Telentang, kedua kaki diangkat hingga telapak kaki berada di udara, kedua lutut sedikit tertekuk hingga melewati batas panggul.
* Telapak tangan di belakang kepala, kedua siku ke samping.
* Angkat kepala, bahu, dan punggung bagian atas ke arah depan atas. Pada waktu yang bersamaan, angkat pula panggul untuk mengantarkan kedua lutut ke arah dada.
* Tahan, lalu lanjutan dengan memutar salah satu bahu dan siku ke arah lutut yang berseberangan. Kembali ke posisi semula, lalu ulangi mengangkat dan memutar bahu dan siku ke lutut yang berseberangan. Satu putaran ke lutut kiri dan kanan setara dengan satu reptisi.
http://img52.imageshack.us/img52/3072/0508p64acrunchm.jpg

Down and Under Twist* Telentang, lutut ke kiri ditekuk, telapak menempel di lantai. Tempatkan pergelangan kaki kanan Anda di atas lutut kaki kiri.
* Tangan kanan sedikit di bawah lutut kanan, siku tangan sedikit ditekuk. Tangan kiri di belakang kepala, siku menghadap ke depan.
* Hembuskan napas sambil mengangkat kepala, bahu dan batang tubuh lurus ke depan atas. Pada posisi puncak, dorong siku kiri ke bawah lengan kanan, mengarah ke pahan kanan.
* Kembali ke posis awal, lalu ulangi. Lakukan seluruh reptisi hanya dalam satu sisi. Ubah posisi kaki dan tangan lalu lakukan reptisi untuk sisi lainnya.
http://img41.imageshack.us/img41/1741/downb.jpg

Leg Press* Telentang, kedua lengan menempel di lantai serta lurus di sisi tubuh dengan telapak menghadap ke bawah.
* Ulurkan kedua kaki ke atas, tegak lurus dengan pinggul, dengan lutut ditekuk mengarah ke dada.
* Angkat panggul hingga beberapa sentimeter dari lantai lalu luruskan kaki.
* Kembali ke posisi semula dengan menekuk kembali kedua lutut Anda. Jangan biarkan kaki jatuh ke bawah melebihi sudut 45 derajat antara paha dan panggul. Lalu ulangi.
* Tingkat lanjutan dapat melakukan ini dengan menambahkan beban di pergelangan kaki dengan berat yang disesuaikan dengan kemampuan.
http://img691.imageshack.us/img691/6121/fullverticalcrunch.jpg

Catatan:1. Yang termasuk tingkat pemula adalah jika Anda sama sekali belum pernah melakukan pembentukan otot atau tergabung dalam program kebugaran, pernah latihan, namun tidak lagi sekurangnya 6 bulan atau lebih; dlam masa penyembuhan dari masalah tulang belakang atau kehamilan.
Latihan yang dianjurkan: No.1 (posisi semula), nomor 2 dan 5.
Set dan reptisi: lakukan satu set yang terdiri dari 10 reptisi secara perlahan-lahan untuk setiap latihan. Istirahat 15 hingga 20 menit untuk setiap latihan. Lakukan 3 hari seminggu.

2. Tingkat menengah, jika Anda telah mulai melakukan pembentukan otot atau kelas latihan aerobik dua atau 3 hari dalam seminggu dalam waktu 6 bulan atau lebih.
Latihan yang harus dilakukan: No.1 (posisi tingkat menengah) 2,3,5,6.
Set dan reptisi: lakukan dua set yang masing-masing terdiri dari 10 reptisi dengan waktu istirahat selama 10 detik di sela-sela set. Lakukan 3 hari seminggu.

3. Tingkat lanjutan, jika Anda telah mengikuti program pembentukan otot 3 hingga 6 hari seminggu dalam waktu 6 bulan atau lebih.
Latihan yang dianjurkan: Semua latihan.
Set dan reptisi: 3 set yang masing-masing terdiri dari 10 reptisi. Lakukan 3-4 hari seminggu.

Tip latihan secara umum:
Ketika mengontraksikan perut, fokuskan pikiran hanya pada menghembuskan napas dan menarik perut ke dalam.

Selasa, 02 November 2010

"keunggulan yamaha byson"


yamaha byson bison fz16 info indonesia motorcycle specYamaha, sebagai Produsen motor terkemuka di Indonesia, merilis motor terbaru sebagai pengganti motor yamaha sebelumnya. Motor Yamaha terbaru itu adalah Yamaha Byson atau Yamaha Bison FZ16. Yamaha BISON atau FZ16 ini dikeluarkan pertengahan tahun 2010 dengan  harga 19 jutaan.

Yamaha Bison FZ 16  ini memang penampilannya lebih garang dari pada Yamaha Vixion. Memang Yamaha Byson ini merupakan penerus dari Yamaha Scorpio dan pengembangan dari Yamaha Vixion.


Spesifikasi Motor Yamaha Byson FZ16 :

Yamaha Byson FZ16 Engine:
Engine type: Air-cooled, 4-stroke, SOHC, 2-valve
Displacement: 153.0cm3
yamaha byson bison fz16 info indonesia motorcycle specBore & Stroke: 58.0 × 57.9mm
Compression ratio: 9.5:1
Maximum output: 14PS / 7500 rpm
Maximum torque: 14 N.m / 6000 rpm
Starting method: Electric starter
Lubrication type: Wet sump
Carburetor type: BS26
Clutch type: Constant mesh wet multiplate
Ignition type: CDI
Primary/secondary reduction ratio: 3.409 / 2.857
Transmission type: Return type 5-speed

Yamaha Bison FZ16 Chassis:
Frame type: Diamond
Suspension (front/rear): Telescopic / Monocross
Brake type(front/rear): Hydraulic single disc / drum
Tire size (front/rear): 100/80-17 / 140/60-R17


Yamaha Byson FZ16 Dimensions:
Overall Length × Width × Height: 1,975mm × 770mm × 1,045mm
Seat height: 790mm
Wheelbase: 1,335mm
Minimum ground clearance: 160mm
Dry weight/Curb weight: 126 kg / 137 kg
Fuel tank volume: 12 liters
Engine oil volume: 1.2 liters

yamaha byson bison fz16 info indonesia motorcycle specYamaha mengeluarkan dua versi untuk Yamaha Byson FZ16 ini. Versi 150cc dan versi 250cc untuk pasaran indonesia.Harga Yamaha Bison 150cc berada di kisaran 19 jutaan, sedangkan untuk Harga Yamaha Byson 250cc sekitar 58juta, atau lebih mahal dari ninja 250cc.

walau motor ini pengembangan dari Yamaha Vixion, tetapi memiliki beberapa kelebihan dibanding Yamaha Vixion. Berikut beberapa  kelebihan Yamaha Bison FZ16 :
    yamaha byson bison fz16 info indonesia motorcycle spec
  • Ukuran ban belakang yang berukuran 140 tercatat lebih besar dibanding Kawasaki Ninja 250R sekalipun.
  • Bentuk knalpot FZ160 Bison yang menyerupai YZF-R6 jauh lebih indah dibanding knalpot stock milik Vixion.
  • Tanki FZ160 yang besar selain menunjang penampilan juga menunjang kenyamanan
  • Lampu depan FZ160 lebih modern ketibang headlamp Vixion yang masih retro
  • Kendati tuna radiator tetapi mesin FZ160 terlihat penuh, sedangkan Vixion kopong.
  • Secara overal bentuk FZ160 yang mirip banteng lebih gagah dibanding Vixion yang konvensional

proposal


HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA DUDUK TERHADAP
PRODUKTIVITAS KERJA PADA PENJAHIT KONVEKSI
RUMAH TANGGA PANCA DAYA SAKTI
SLEMAN TAHUN 2010


Disusun oleh :
Nama               : Tesno Mulyadi
NIM                : 07029148
Jur / semstr      : KLKK / 7

Fakultas kesehatan masyarakat
Universitas ahmad dahlan
yogyakarta


BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar belakang
Tujuan Pembangunan kesehatan sebagaimana tercantum dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) adalah tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat menunjukkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional. Pembangunan di sektor industri akhir-akhir ini terus meningkat, baik industri besar, sedang maupun kecil. Pembangunan di sektor industri ditujukan untuk memperluas lapangan kerja, kesempatan berusaha dan untuk meningkatkan\ mutu serta perlindungan bagi tenaga kerja. Perlindungan tenaga kerja ditujukan kepada perbaikan upah, syarat kerja, serta jaminan sosial lainnya dalam rangka perbaikan kesejahteraan tenaga kerja.

Upaya perlindungan terhadap bahaya yang timbul serta pencapaian ketentraman atau ketenangan kerja agar tenaga kerja tetap sehat dan selamat bertujuan untuk pencapaian produktivitas kerja yang setinggi-tingginya. Penerapan ergonomi pada berbagai bidang pekerjaan telah terbukti menyebabkan kenaikan produktivitas kerja secara nyata. Besarnya kenaikan produktivitas kerja ergonomi dapat mencapai 10% atau lebih. Apabila manfaat ini dapat dipetik pada seluruh kegiatan ekonomi seperti pertanian, industri, pertambangan, perhubungan dan jasa akan dapat memberikan kontribusi yang besar sekali terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sehingga dapat dikatakan

Di dalam kegiatannya, penjahit konveksi Panca Daya sakti Sleman , sleman untuk menghasilkan
produk masih menggunakan tenaga manusia dan pralatan tradisional (mesin jahit injak) dengan produk yang di hasilkan adalah baju dan celana. Dari survei awal didapatkan jumlah penjahit di Konveksi Panca Daya Sakti Sleman sebanyak 45 orang penjahit dan ketika bekerja di lapangan penjahit tersebut dengan sikap duduk membungkuk. Biasanya tenaga kerja menggunakan kursi tanpa sandaran akan mempengaruhi produktivitas kerja. Menurut Sugeng Budiono (2003) sikap duduk seseorang dalam bekerja akan mempengaruhi produktivitas kerja seseorang, di mana selama bekerja dengan sikap duduk yang baik, maka produktivitas akan meningkat dan sebaliknya bila sikap duduk tidak baik, maka produktivitas kerja akan menurun. Oleh karena itu peneliti ingin mencoba meneliti hubungan antara sikap kerja duduk terhadap
produktivitas kerja pada penjahit konveksi rumah tangga Panca Daya Sakti Sleman.


2.      rumusan masalah

Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Apakah ada hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas kerja pada penjahit konveksi rumah tangga Panca Daya Sakti di Sleman ?

3.      Tujuan penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas kerja pada penjahit konveksi rumah tangga Panca Daya Sakti sleman.
oleh para pekerja wanita dibandingkan tenaga kerja pria.

  1. Manfaat Penelitian
1 Bagi Industri Konveksi Rumah Tangga
Sebagai masukan tentang ukuran sarana kerja dan pengaturan lingkungan
kerja yang baik, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas serta
derajat kesehatan tenaga kerja secara optimal.
2 Bagi Tenaga Kerja
Agar lebih memahami sikap kerja duduk sehingga dapat mengurangi
kelelahan dan gangguan kesehatan yang pada akhirnya dapat meningkatkan
produktivitas kerja.
3 Bagi Ilmu Kesehatan
Diharapkan dapat menambahkan koleksi data dan reverensi tentang
hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas kerja.
4 Bagi Penulis
Diharapkan dapat mendapatkan pengalaman secara langsung dalam
merencanakan, melaksanakan serta melaporkan hasil penelitian, serta menambah
pengalaman tentang hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas
kerja.
















BAB II
Tinjauan pustaka

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS
2.1 LANDASAN TEORI

2.1.1 Definisi Ergonomi
Kata ergonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu : “ergon” yang artinya kerja dan “nomos” yang artinya peraturan atau hukum. Dengan demikian ergonomi berarti ilmu serta penerapannya yang berusaha menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap orang atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya produktivitas dan efisiensi yang setinggi-tingginya melalui pemanfaatan manusia seoptimal mungkin .

Ergonomi merupakan suatu studi ilmiah mengenai keterkaitan antara orang dengan lingkungan kerjanya. Yang dimaksud dengan lingkungan kerja di sini adalah keseluruhan alat dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitar tempat bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perorangan maupun kelompok .

Sasaran ergonomi adalah seluruh tenaga kerja baik sektor modern maupun pada sektor tradisional dan informal. Pada sektor modern penerapan ergonomic dalam bentuk pengaturan sikap, tata cara kerja dan perencanaan kerja yang tepat adalah persyaratan bagi efisiensi dan produktivitas yang tinggi. Peralatan kerja dan mesin dalam industri-industri masih banyak didatangkan dari luar negeri dan perlu penyesuaian seperlunya dengan bentuk ukuran dan tubuh tenaga kerja. Begitu pula dirasa perlu lebih meningkatkan perhatian tentang konstruksi alat-alat kerja, meter-meter penunjang, tombol-tombol yang penting bagi pekerja. Pada sektor tradisional, pekerjaan pada umumnya dilakukan dengan sikap bahan dan cara-cara kerja yang secara ergonomis dapat diperbaiki

2.2 KERANGKA TEORI

Lingkungan
- faktor fisik
- faktor kimia
- faktor biologis
- faktor psikologis

Produktivitas
kerja
Manusia
- umur
- jenis kelamin
- masa kerja
- kondisi kesehatan
- status gizi

Sikap Kerja
Duduk
 Kerangka Teori
Keterangan:
- Untuk faktor ligkungan tidak diukur karena dalam ruangan dan ukuran yang
sama

2.3 KERANGKA KONSEP
Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan
antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian
yang akan dilakukan (Sukidjo Notoatmodjo, 1997:69).
bebas terhadap variabel terikat pada saat bersamaan (cross sectional) dengan
kerangka konsep sebagai berikut :
Sampel
Sikap Kerja Duduk
(Variabel Bebas)
Produktivitas Kerja
(Variabel terikat)


2.4 HIPOTESIS

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap pernyataan yang
dikemukakan dalam perumusan masalah (Sugiono, 2003:86). Adapun hipotesis
dalam penelitian ini adalah : Ada hubungan antara sikap kerja duduk terhadap
produktivitas kerja pada penjahit Panca Daya Sakti Sleman.