Selasa, 02 November 2010

proposal


HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA DUDUK TERHADAP
PRODUKTIVITAS KERJA PADA PENJAHIT KONVEKSI
RUMAH TANGGA PANCA DAYA SAKTI
SLEMAN TAHUN 2010


Disusun oleh :
Nama               : Tesno Mulyadi
NIM                : 07029148
Jur / semstr      : KLKK / 7

Fakultas kesehatan masyarakat
Universitas ahmad dahlan
yogyakarta


BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar belakang
Tujuan Pembangunan kesehatan sebagaimana tercantum dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) adalah tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat menunjukkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional. Pembangunan di sektor industri akhir-akhir ini terus meningkat, baik industri besar, sedang maupun kecil. Pembangunan di sektor industri ditujukan untuk memperluas lapangan kerja, kesempatan berusaha dan untuk meningkatkan\ mutu serta perlindungan bagi tenaga kerja. Perlindungan tenaga kerja ditujukan kepada perbaikan upah, syarat kerja, serta jaminan sosial lainnya dalam rangka perbaikan kesejahteraan tenaga kerja.

Upaya perlindungan terhadap bahaya yang timbul serta pencapaian ketentraman atau ketenangan kerja agar tenaga kerja tetap sehat dan selamat bertujuan untuk pencapaian produktivitas kerja yang setinggi-tingginya. Penerapan ergonomi pada berbagai bidang pekerjaan telah terbukti menyebabkan kenaikan produktivitas kerja secara nyata. Besarnya kenaikan produktivitas kerja ergonomi dapat mencapai 10% atau lebih. Apabila manfaat ini dapat dipetik pada seluruh kegiatan ekonomi seperti pertanian, industri, pertambangan, perhubungan dan jasa akan dapat memberikan kontribusi yang besar sekali terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sehingga dapat dikatakan

Di dalam kegiatannya, penjahit konveksi Panca Daya sakti Sleman , sleman untuk menghasilkan
produk masih menggunakan tenaga manusia dan pralatan tradisional (mesin jahit injak) dengan produk yang di hasilkan adalah baju dan celana. Dari survei awal didapatkan jumlah penjahit di Konveksi Panca Daya Sakti Sleman sebanyak 45 orang penjahit dan ketika bekerja di lapangan penjahit tersebut dengan sikap duduk membungkuk. Biasanya tenaga kerja menggunakan kursi tanpa sandaran akan mempengaruhi produktivitas kerja. Menurut Sugeng Budiono (2003) sikap duduk seseorang dalam bekerja akan mempengaruhi produktivitas kerja seseorang, di mana selama bekerja dengan sikap duduk yang baik, maka produktivitas akan meningkat dan sebaliknya bila sikap duduk tidak baik, maka produktivitas kerja akan menurun. Oleh karena itu peneliti ingin mencoba meneliti hubungan antara sikap kerja duduk terhadap
produktivitas kerja pada penjahit konveksi rumah tangga Panca Daya Sakti Sleman.


2.      rumusan masalah

Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Apakah ada hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas kerja pada penjahit konveksi rumah tangga Panca Daya Sakti di Sleman ?

3.      Tujuan penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas kerja pada penjahit konveksi rumah tangga Panca Daya Sakti sleman.
oleh para pekerja wanita dibandingkan tenaga kerja pria.

  1. Manfaat Penelitian
1 Bagi Industri Konveksi Rumah Tangga
Sebagai masukan tentang ukuran sarana kerja dan pengaturan lingkungan
kerja yang baik, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas serta
derajat kesehatan tenaga kerja secara optimal.
2 Bagi Tenaga Kerja
Agar lebih memahami sikap kerja duduk sehingga dapat mengurangi
kelelahan dan gangguan kesehatan yang pada akhirnya dapat meningkatkan
produktivitas kerja.
3 Bagi Ilmu Kesehatan
Diharapkan dapat menambahkan koleksi data dan reverensi tentang
hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas kerja.
4 Bagi Penulis
Diharapkan dapat mendapatkan pengalaman secara langsung dalam
merencanakan, melaksanakan serta melaporkan hasil penelitian, serta menambah
pengalaman tentang hubungan antara sikap kerja duduk terhadap produktivitas
kerja.
















BAB II
Tinjauan pustaka

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS
2.1 LANDASAN TEORI

2.1.1 Definisi Ergonomi
Kata ergonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu : “ergon” yang artinya kerja dan “nomos” yang artinya peraturan atau hukum. Dengan demikian ergonomi berarti ilmu serta penerapannya yang berusaha menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap orang atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya produktivitas dan efisiensi yang setinggi-tingginya melalui pemanfaatan manusia seoptimal mungkin .

Ergonomi merupakan suatu studi ilmiah mengenai keterkaitan antara orang dengan lingkungan kerjanya. Yang dimaksud dengan lingkungan kerja di sini adalah keseluruhan alat dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitar tempat bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perorangan maupun kelompok .

Sasaran ergonomi adalah seluruh tenaga kerja baik sektor modern maupun pada sektor tradisional dan informal. Pada sektor modern penerapan ergonomic dalam bentuk pengaturan sikap, tata cara kerja dan perencanaan kerja yang tepat adalah persyaratan bagi efisiensi dan produktivitas yang tinggi. Peralatan kerja dan mesin dalam industri-industri masih banyak didatangkan dari luar negeri dan perlu penyesuaian seperlunya dengan bentuk ukuran dan tubuh tenaga kerja. Begitu pula dirasa perlu lebih meningkatkan perhatian tentang konstruksi alat-alat kerja, meter-meter penunjang, tombol-tombol yang penting bagi pekerja. Pada sektor tradisional, pekerjaan pada umumnya dilakukan dengan sikap bahan dan cara-cara kerja yang secara ergonomis dapat diperbaiki

2.2 KERANGKA TEORI

Lingkungan
- faktor fisik
- faktor kimia
- faktor biologis
- faktor psikologis

Produktivitas
kerja
Manusia
- umur
- jenis kelamin
- masa kerja
- kondisi kesehatan
- status gizi

Sikap Kerja
Duduk
 Kerangka Teori
Keterangan:
- Untuk faktor ligkungan tidak diukur karena dalam ruangan dan ukuran yang
sama

2.3 KERANGKA KONSEP
Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan
antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian
yang akan dilakukan (Sukidjo Notoatmodjo, 1997:69).
bebas terhadap variabel terikat pada saat bersamaan (cross sectional) dengan
kerangka konsep sebagai berikut :
Sampel
Sikap Kerja Duduk
(Variabel Bebas)
Produktivitas Kerja
(Variabel terikat)


2.4 HIPOTESIS

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap pernyataan yang
dikemukakan dalam perumusan masalah (Sugiono, 2003:86). Adapun hipotesis
dalam penelitian ini adalah : Ada hubungan antara sikap kerja duduk terhadap
produktivitas kerja pada penjahit Panca Daya Sakti Sleman.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar