KULIAH KERJA NYATA ALTERNATIF
MAHASISWA UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
TAHUN AKADEMIN 2009 / 2010
SEMESTER GENAP
Pimpinan Ranting Muhammadiyah : Glagah
Kelurahan : Warungboto
Kecamatan : Umbulharjo
Kabupaten : Kota Yogyakarta
Propinsi :Daerah Istimewa Yogyakarta

Disusun oleh :
1. Tesno Mulyadi 07029148
2. Arista Prastiwi 07029056
3. Novi Destiany 07018013
4. Fitriana Susanti 07018193
5. Irma Yunita 07018027
6. Riska Epina Hayu 07029058
7. Restu Ambarwati 07012028
8. Agustiyanto 07012106
9. Nur Azis 07022019
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum wr.wb
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rakhmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) alternativ sebagai salah satu tugas yang diberikan Lembaga Pengabdian Masyarakat untuk tugas kelompok laporan dilanjutkan sebagai bukti telah mengikuti dan menyelesaikan kegiatan KKN yang dilaksakanan pada tanggal 15 Juni sampai 26 juli 2010. Dengan tema ”PEMBERDAYAAN ILMU PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN KEPADA MASYARAKAT DI WILAYAH MASJID SEBELAS MARET GLAGAH SARI DENGAN MELATIH DAN MENGEMBANGKAN POTENSI YANG ADA “
Materi dalam laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang disusun ini merupakan kewajiban seluruh mahasiswa yang menempuh program S1. Karena melalui KKN ini wawasan dan pengetahuan terus bertambah terutama dalam mengaplikasikan disiplin ilmu yang didapat dari perkuliahan.
Dengan demikian melalui laporan ini penyusun mengucapkan Terima kasih kepada :
1. Bapak Drs. H. Kasiyarno, M.Hum. selaku Rektor Universitas Ahmad Dahlan
2. Bapak Jabrohim selaku kepala LPM Universitas Ahmad Dahlan
3. Bapak Priyono Raharjo, S.H., CN selaku Camat Kecamatan Umbulharjo
4. Bapak Sugiyono selaku Lurah Kelurahan Warungboto
3 Bapak Hery Erwanto selaku ketua PRM Glagah
4 Bapak Muhammad Suryawan selaku pengurus Takmir Masjid Sebelas Maret
5 Ibu Sri selaku ketua Aisiyah Glagah
6 Bapak Hendra Darmawan selaku Dosen Pembimbing Lapangan
7 Remais masjid Sebelas Maret dan Nurul Huda
8 Pengurus Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfa
Dalam melaksanakan KKN di PRM cabang Glagah Kecamatan Umbulharjo banyak kendala yang ditemukan, begitu pula dalam penyusunan laporan. Namun berkat bantuan dan kerja sama yang baik dari berbagai pihak, KKN dan penyusunan laporan ini dapat diselesaikan dengan baik. Kami mengaharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca terutama dari pihak Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta demi perbaikan dimasa yang akan datang.
Semoga segala kebaikan yang telah diberikan mendapat pahala yang berlipat ganda.
Yogyakarta , 30 Juni 2010
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. KKN sebagai kegiatan wajib
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kegiatan yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengah-tengah masyarakat di luar kampus. Sekaligus sebagai proses pembelajaran serta mengabdi kepada masyarakat yang sedang membangun dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang sedang dihadapi. KKN dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan misi dan bobot pendidikan pada mahasiswa untuk mendapat nilai tambah yang lebih besar pada pendidikan tinggi.
KKN ( Kuliah Kerja Nyata) dilaksanakan dimasyarakat diluar kampus dengan maksud meningkatakan relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan. Teknologi agama serta seni untuk melaksanakan pembangunan yang makin meningkat serta meningkatkan persepsi mahasiswa tentang relevansi antara landasan teori yang diperoleh dibangku perkuliahan untuk diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat secara nyata.
Bagi mahasiswa kegiatan KKN merupakan pengalaman belajar baru yang tidak diperoleh didalam kampus. Dengan selesainya KKN mahasiswa memiliki pengetahuan , kemampuan dan kesadaran baru tentang bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
B. Dasar pelaksanaan KKN
1. Undang-undang No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang disebutkan dalam pasal 20 ayat 2 yaitu “Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat”.
Sehingga jika dilihat dari pasal tersebut dapat diketahui dengan jelas bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang wajib dilaksanakan oleh setiap perguruan tinggi sesuai dengan kebijakan universitas masing-masing.
2. PP No 60 tahun 1999 tentang pendidikan tinggi yang disebutkan dalam pasal 3 yaitu :
(1) Perguruan tinggi menyelenggarakan pendidikan tinggi dan penelitian
serta pengabdian kepada masyarakat.
(2) Pendidikan tinggi merupakan kegiatan dalam upaya menghasilkan manusia terdidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1).
(3) Penelitian merupakan kegiatan telaah taat kaidah dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan/atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian.
(4) Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang memanfaatkan
ilmu pengetahuan dalam upaya memberikan sumbangan demi kemajuan masyarakat.
C. Fungsi KKN
Fungsi utama Kuliah Kerja Nyata sebagai program intra kulikuler adalah memberikan pendidikan kepada mahasiswa melalui pengalaman belajar langsung dari, oleh dan untuk masayarakat. Secara eksplisit fungsi KKN adalah :
Fungsi Pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata
1. Mahasiswa memiliki pengertian dan penghayatan yang memadai tentang cara berpikir dan cara-cara mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat.
2. Mahasiswa memiliki tambahan pengalaman dalam pergaulan masyarakat sehingga kelak mampu berperan serta secara aktif dalam pembangunan masyarakat.
3. Mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan kemampuan dalam menyusun, merencanakan, maupun melaksanakan program-program pembangunan.
4. Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan dalam mengerjakan semua sumber daya, baik alam maupun manusia, untuk program-program pembangunan yang dilaksanakan oleh masyarakat.
5. Dapat menumbuhkan potensi kemampuan diri manusia dalam menyelesaikan permasalahan pengembangan masyarakat secara integratif.
6. Mahasiswa dapat memberikan bantuan tenaga dan pikiran dalam menemukan atau mengenali permasalahan pembangunan di masyarakat serta mengupayakan alternatif pemecahannya bersama masyarakat.
D. Arah dan Sasaran KKN
Pada prinsipnya Kuliah Kerja Nyata mempunyai tiga sasaran, yaitu mahasiswa, masyarakat yang ada di wilayah ranting glagah , serta Perguruan Tinggi. Masing-masing kelompok sasaran memperoleh manfaat dengan adanya Kuliah Kerja Nyata sebagai berikut:
1. Bagi Mahasiswa
a. Memberikan Pengalaman langsung untuk memberikan konsep-konsep ilmu pengetahuan yang telah diperoleh Selama menempuh pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan
b. Menemukan dan menerapkan konsep ilmiah yang telah dimilikinya secara komprehensif.
c. Melibatakan diri secara langsung dalam proses pembangunan manusia.
d. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait secara serasi, selaras dan sejalan.
2. Bagi Masyarakat dan Pemerintah Daerah
a. Membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam pelaksaaan pembangunan terutama dalam bidang pendidikan, persekolahan, dan pendidikan luar sekolah.
b. Meningkatan Kesadaran masyarakat untuk aktif dalam pembangunan kota.
c. Membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengembangkan kemampuan kader-kader penerus pembangunan kota.
3. Bagi Universitas Ahmad Dahlan :
a. Mewujudkan fungsi Tridharma Perguruan Tinggi secara terpadu, selaras dan seimbang dengan kebutuhan masyarakat
b. Mendapatkan umpan balik dari masyarakat guna memperbaiki kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
c. Memantapkan program KKN sebagai sarana belajar praktis yang efektif dan efisien
E. Garis-Garis Besar Program Kegiatan KKN
Untuk memberikan arah dan gambaran pelaksanaan kegiatan selama Kuliah Kerja Nyata berlangsung maka perlu disusun garis-garis besar program kegiatan selama Kuliah Kerja Nyata yang berdasarkan dari hasil observasi dan berdasarkan pada kemampuan tenaga, dana dan pemikiran mahasiswa yang sesuai dengan tujuan Kuliah Kerja Nyata dan kebutuhan masyarakat setempat.
Garis-garis besar program kegiatan selama KKN dimulai dari tanggal 19 mei sampai 13 juni 2010 yang terbagi dalam beberapa tahap :
1. Tahap Observasi
a. Peserta KKN bersilahturahmi dengan Ketua PRM , Heri Erwanto dan ketua RT dan RW
b. Peserta KKN melakukan peninjauan-peninjauan di sekitar lingkungan PRM glagah setempat.
c. Peserta KKN melakukan identifikasi tentang masalah-masalah kebutuhan masyarakat setempat.
d. Peserta KKN meminta informasi tentang kegiatan yang sedang dan akan dilaksanakan atau direncanakan masyarakat setempat.
2. Tahap Penyusunan Program.
Peserta KKN menyusun kembali program kerja KKN:
A. Bidang Keilmuan
1. Penyuluhan pengendalian dan pengolahan limbah B3
2. Pengenalan pembuatan laporan keuangan untuk Remais
3. Materi komponen aktif dan pasif untuk siswa SMP
4. Pelatihan teknik solder untuk SMP dan SMA
5. Pelatihan OPAMP untuk SMP dan SMA
6. Bimbingan belajar Ekonomi untuk siswa SMP
7. Pengadaan buku tabungan untuk anak-anak PAUD
8. Program pelatihan mengetik 10jari untuk anak SMP
9. Pengenalan komponen komputer untuk anak SD
10. Program pengenalan Ms. Word bagi siswa TPA
11. Program pengenalan Ms. Power Point dan Ms. Excel untuk anak TPA
12. Penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut untuk anak PAUD
13. Pengadaan leaflet tentang menstruasi untuk anak pra menstruasi
14. Pengadaan poster kesehatan gigi dan mulut untuk anak PAUD & Madrasah Diniyah
15. Penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan (gerakan cuci tangan ) kepada anak – anak PAUD
16. Pembuatan komponen dari sampah rumah tangga untuk masyarakat
17. Pengadaan poster gerakan cuci tangan untuk PAUD & Madrasah Diniyah
B. Bidang keagamaan
1. Lomba – lomba keagamaan (adzan , menggambar, mewarnai, hafalan doa & ayat, futsal, dan peragaan busana muslim untuk perempuan)
2. Pembinaan TPA
3. Pengajian rutin ibu – ibu
4. Mengadaan pengajian bersama
5. Tadarus al – quran
C. Bidang seni dan olah raga
1. Keterampilan membuat kerajinan dari kain flanel
2. Keterampilan membuat kerajinan bunga dari sedotan untuk anak SD
3. Lomba mewarnai untuk anak TK
4. Jalan sehat mingguan bersama untuk anak – anak TPA
5. Keterampilan pembuatan bunga dari kertas krep
6. Senam lansia bersama ibu – ibu PKK Umbulharjo
D. Bidang pendukung
1. Pemutaran film anak
2. Kerja bakti
3. Pengadaan mukena
4. Permainan mengasah konsentrasi untuk anak – anak
5. Tahap Pelaksanaan Program
Dalam melaksanakan program, kami mengacu pada rencana program kerja yang telah di susun dan melaksanakan program tambahan sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat
4. Tahap Akhir KKN
Dalam tahap ini diadakan acara perpisahan dengan warga ranting muhammadiyah Glagah, ketua RT, perwakilan remais, ketua RW, Ibu pengurus Aisyyah dan karang taruna Glagah.
F. ORGANISASI KERJA KKN
Struktur Organisasi penyelenggara dan pelaksanaan KKN UAD:
1. Penanggung Jawab
a. Rektor
b. Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat
2. Struktur Organisasi KKN UAD Divisi IV.C.2
a. Ketua : Tesno Mulyadi
b. Sekretaris : Arista Prastiwi
c. Bendahara : Restu Ambarwati
d. Anggota : - Nur Azis
- Agustianto
- Fitriana Susanti
- Riska Epina Hayu
- Novi Destiani
- Irma Yunita
G. Sistem Pendekatan yang Digunakan dalam KKN
1. Pendekatan Formal
Dalam kaitannya dengan kelancaran pelaksanaan kegiatan KKN, kami mengadakan pendekatan kepada warga setempat. Pendekatan kepada para pemimpin pemerintahan setempat untuk konfirmasi tentang program-program yang telah ada sebagai bahan pertimbangan program kerja KKN.
2. Pendekatan Non-Formal
Dalam hal ini pendekatan yang dilakukan adalah dengan cara pendekatan kultural, yaitu pendekatan dengan warga setempat baik secara personal maupun kolektif untuk mengenal lebih jauh apa yang terjadi sebenarnya di masyarakat.
Berikut merupakan tahap dan strategi pendekatan warga:
a. Mendatangi setiap tempat perkumpulan warga.
b. Bertingkah laku sebagai warga masyarakat.
c. Mengikuti kegiatan-kegiatan yang terdapat di masyarakat.
d. Mencari informasi tentang masyarakat melalui tokoh masyarakat.
e. Pengumpulan data dari observasi yang telah dilakukan.
f. Pengelompokan kegiatan berdasarkan kategori ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak dan para remaja.
H. Alokasi Waktu Masing – Masing Kegiatan
Pelaksanaan kuliah kerja nyata dilaksanakan dalam jangka waktu satu bulan yang dimulai pada tanggal 15 juni 2010 sampai dengan 26 juli 2010 dengan rincian sebagai berikut :
1. Minggu pertama digunakan untuk silaturahmi, sosialisasi, penyesuaian program rencana yang dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pelaksanaan sebagian program kerja.
2. Minggu kedua persiapan panitia kegiatan Muktamar.
3. Minggu ketiga pelaksanaan kegiatan panitia Muktamar.
4. Minggu keempat dan kelima digunakan untuk pelaksanaan program yang belum terselesaikan pada minggu pertama serta penyusunan laporan pertanggung jawaban dan persiapan perpisahan unit.
Alokasi waktu untuk masing – masing kegiatan yang sudah terlaksana tidak semua sesuai dengan matrik perencanaan.
BAB II
DESKRIPSI WILAYAH
1. Letak dan Luas Wilayah
Desa Glagah Sari merupakan daerah yang berada di Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta Propinsi Daerah Istimewa Yogayakarta. Terletak pada bagian utara dari Kelurahan Pandeyan yang berjarak 0 km dari Pusat Pemerintahan Kecamatan Umbulharjo dan kurang lebih berjarak 2 km dari Pusat Pemerintahan Kota Administratif. Desa Glagah Sari yang memiliki luas wilayah ± 0,83 hektar ini secara geografis dengan batas-batas administratif sebagai berikut :
Batas sebelah utara : Kelurahan Miliran
Batas sebelah selatan : Kelurahan Pandeyan
Batas sebelah barat : Makam Pahlawan Kusumanegara
Batas sebelah timur : Kelurahan Janturan
Desa Glagah Sari terdapat susunan pemerintahan yang terdiri dari 38 RT dan 5 RW dengan pembagian pemerintahan tersebut maka tata pemerintahan Desa Glagah Sari terlihat lebih tertib.
2. Topografi dan Keadaan Tanah
Adapun keadaan tanah pada Desa Glagah Sari adalah subur tetapi air cukup memadai yang berasal dari PAM dan air tanah. Letak Desa Glagah Sari berada pada daratan rendah dengan ketinggian tempat dari permukaan air laut adalah 113 m. Curah hujan rata-rata per tahun di Desa Glagah Sari sekitar 2000 mm/tahun dengan suhu rata-rata sekitar 26 OC.
3. Perhubungan
Desa Glagah Sari cukup mudah dilalui oleh jalur transportasi perhubungan darat baik roda dua maupun roda empat.
4. Penduduk
Desa Glagah Sari mempunyai 38 RT dan 5 RW sebagai bagian dari pemerintahan kelurahan tersebut dengan jumlah penduduk sekitar 9506 orang dengan jumlah penduduk laki – laki 4006 orang dan jumlah penduduk perempuan 5500 orang.
5. Mata Pencaharian
Desa Glagah Sari ini mempunyai penduduk yang mayoritas mata pencahariannya adalah karyawan swasta, pedagang dan Pegawai Negeri Sipil ( PNS ).
6. Pendidikan
Desa Glagah Sari termasuk daerah menengah ke atas dengan pendidikan yang tergolong cukup maju. Itu bisa kita lihat dari mayoritas masyarakat adalah lulusan SLTP/MTs dan SMA/setara, bahkan ada penduduk yang sudah mengenyam Pendidikan Tinggi (Sarjana), sehingga tidaklah terlalu sulit untuk menyamakan persepsi ataupun untuk beradaptasi dengan penduduk Desa Glagah Sari karena faktor pendidikan yang tidak jauh berbeda.
7. Agama dan Kehidupan Beragama
Agama yang dianut oleh masyarakat di Desa Glagah Sari mayoritas Islam. Adapun Islam yang dianut adalah Muhammadiyah di bawah naungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( PRM ) Glagah yang pada umumya adalah masyarakat yang taat beribadah. Kehidupan beragama masyarakat setempat cukup baik, terutama untuk kalangan orang tua khususnya ibu-ibu dan bapak-bapak. Fasilitas keagamaan di wilayah Desa Glagah Sari ada delapan buah masjid. Wilayah ini khususnya di Masjid Sebelas Maret dan Masjid Nurul Huda memiliki majelis pengajian rutin bapak-bapak dan ibu-ibu tiap Selasa malam di Masjid Nuruk Huda dan pengajian ibu-ibu yang diselenggarakan secara rutin setiap Minggu pagi di Masjid Sebelas Maret. Selain itu, terdapat juga aktivitas rutin keagamaan lainnya seperti TPA setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu di Madrasah Diniyah Tarbiatul Athfal, tadarus bersama setiap sebulan sekali, pelayanan kesehatan seperti posyandu balita yang bernama Posyandu Kencur I dan senam lansia 3 kali seminggu yaitu hari Selasa, Kamis, Sabtu.
8. Kebudayaan dan Kesenian
Kebudayaan di Desa Glagah Sari cukup berkembang antara lain wayang yang menunjang dan relevan dengan dakwah islam dan jamroh sedangkan untuk kesenian antara lain adalah dance modern dan band.
9. Prasarana kesehatan
Dari faktor kesehatan yang ada di masyarakat terdapat beberapa sarana kesehatan yang telah disediakan oleh pemerintah yaitu posyandu. Sarana kesehatan yang ada di Desa Glagah Sari untuk tiap rumah telah memiliki MCK yang memadai dan memenuhi syarat.
10. Potensi Ekonomi
Potensi ekonomi yang ada di Desa Glagah Sari adalah berasal dari sektor menonjol karena kebanyakan penduduk Desa Glagah Sari berprofesi sebagai Karyawan swasta, pedagang dan Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) yang antara lain sebagai dosen dan guru.
BAB IV
PEMBAHASAN DAN EVALUASI
A. PEMBAHASAN
Pelaksanan program KKN yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 Juni hingga 26 juli 2010 di PRM Glagah yang mencapai pelaksanaan semua program. Program yang direncanakan untuk dilaksanakan selama masa KKN baik yang bersifat program utama maupun pendukung mencakup pembangunan fisik dan non fisik. Program pembangunan fisik lebih berkaitan dengan peningkatan sarana dan prasarana masyarakat, sedangkan pembangunan non fisik lebih berkait dengan bidang-bidang lain diluar sarana dan prasarana.
Untuk mengetahui apakah program-program yang telah disusun dan dilaksanakan berhasil,maka akan dibahas secara keseluruhan dari program tersebut sebagai berikut:
1. Bidang Keilmuan
Kegiatan ini meliputi tata tertib penyuluhan pengendalian dan pengolahan limbah B3, pengenalan pembuatan laporan keuangan untuk remais, materi komponen aktif dan pasif untuk siswa SMP, Pelatihan teknik solder untuk SMP dan SMA, pelatihan OPAMP untuk SMP dan SMA, bimbingan belajar Ekonomi untuk siswa SMP, pengadaan buku tabungan untuk anak PAUD, program pelatihan mengetik 10 jari untuk anak SMP, pengenalan komponen komputer untuk anak SD, pengenalan MS. Word, MS. Power Point dan MS. Excel untuk anak SD serta penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Kegiatan di bidang keilmuan ini diadakan berdasarkan masing-masing ilmu yang telah diperoleh dikampus sesuai jurusan yang nantinya dapat diterapkan selama di masyarakat Glagah dan berguna bagi semua masyarakat dusun Glagah.
2. Bidang Keagamaan
Kegiatan ini meliputi lomba-lomba keagamaan (adzan, peragaan busana muslim untuk anak perempuan, mewarnai, menggambar dan futsal) , pembinaan TPA , pengajian ibu-ibu, pengadaan buku bacaan masjid (iqro dan alquran), pengadaan poster (wudlu, doa sebelum makan dan rukun iman) mengadakan pengajian bersama dan tadarus Al Qur’an. Ternyata program tersebut mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Terbukti dengan banyaknya anak-anak yang antusias mengikuti kegiatan yang diadakan disana.
3. Bidang Seni dan Olahraga
Untuk bidang ini kami mahasiswa KKN melakukan senam lansia sebanyak 4 kali yang melibatkan remaja, ibu-ibu serta lansia. Untuk anak-anak kami mengadakan ketrampilan dari kain flanel, membuat bunga dari bahan sedotan, dan kerajinan membuat bunga dari kertas krep. Selain itu juga ada lomba menggambar, mewarnai, dan peragaan busana muslim untuk anak anak TPA. Di bidang ini, kami memusatkan pada kegiatan lomba untuk anak-anak agar lebih aktif dan kreatif.
4. Bidang pendukung
Bidang pendukung yang dilaksanakan oleh KKN di wilayah ranting muhammadiyah meliputi beberapa kegiatan utama, yaitu:
· Pemutaran film anak, yang dilaksanakan pada hari minggu pagi untuk anak-anak yang diharapkan dapat menambah pengetahuan.
· Pelayanan posyandu untuk balita. Kegiatan ini sudah ada di RW 01, RT 01, RT 02, dan RT 03 kelurahan Warungboto Glagah yang diadakan setiap bulan tanggal 18. KKN membantu kegiatan posyandu dengan membantu pendataan balita-balita yang mengikuti posyandu.
· Pengadaan perlengkapan masjid seperti mukena, cermin, kemoceng, tempat sampah, skop, dan pengharum ruangan. Hal ini diadakan untuk membantu perlengkapan yang ada di masjid Sebelas Maret.
· Permainan mengasah konsentrasi anak dimana anak-anak diajarkan untuk dapat melatih konsentasi.
· Membantu dalam kegiatan pengecatan masjid Nurul Huda.
· Melakukan kerja bakti di masjid Sebelas Maret.
B. REKOMENDASI
Pelaksanaan KKN alternatif UAD angkatan XXV diharapkan bisa diteruskan kepada angkatan selanjutnya. Hal ini kami rekomendasikan karena ada beberapa hal yang menjadi alasan yaitu:
· Masyarakat Glagah merupakan warga yang biasa menerima pendatang dengan baik, masyarakatnya ramah dan baik terhadap semua orang.
· Rasa kerjasama dan kekeluargaan begitu erat dan tidak terlihat ada perbedaan, terbukti dengan sering diadakannya kerja bakti karena warga Glagah mempunyai kegotongroyongan yang tinggi.
· Glagah merupakan tempat yang baik untuk dijadikan tempat KKN karena masih banyak yang perlu dikembangkan dan bisa diangkat menjadi sesuatu yang membanggakan.
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Alternatif Periode XXV divisi VI.C.2 yang dilaksanakan sejak 16 Juni 2010 sampai 26 juli 2010 di wilayah Ranting Muhammadiyah Glagah kecamatan Umbulharjo telah berjalan dengan lancar. Kelancaran pelaksanaan program kerja tidak terlepas dari peran serta masyarakat Glagah yang telah membantu sejak awal pelaksanaan KKN hingga selesai. Adapun hal-hal yang akan direkomendasikan yaitu warga Glagah sebagai dusun tempat pelaksanaan KKN perlu mendapatkan perhatian terutama dari pemerintah kota terutama dalam bidang keagamaan misalnya pembinaan TPA dan fasilitas ibadah , kesenian dan bidang olahraga misalnya pelatihan ketrampilan seni untuk masyarakat muda dan sarana prasarana olah raga.
PRM bertujuan untuk membina umat karna PRM lah yang paling dekat dengan umat , kegiatan umat salah satunya yang ada di PRM Glagah yaitu antara lain, pengajian ibu-ibu, pengajian bapak-bapak, dan pengajian remaja ranting selalu mengadakan pengajian rutin 4 kali dalam sebulan adapun materi yang di sampaikan dan di bahas yaitu aqidah , akhlak , fiqh, hadist dan info keputusan organisasi. Dari kegiatan pengajian tersebut dapat terbentuk suatu kegiatan lain seperti menyantuni anak yatim piatu, panti jompo, dan bakti sosial yang dimana kegiatan tersebut di lakukan oleh PRM Glagah bersama anggota pengajian yang bertujuan untuk mengajarkan pada masyarakat akan pentingnya berbagi dengan sesama . Hambatan dari PRM Glagah yaitu kurang adanya komunikasi antar anggota dan ada sebagian pengurus kurang aktif dalam kegiatan PRM sehingga PRM Glagah tidak dapat bekerja secara maksimal. hal lain berkaitan dengan salah satu permasalahan yang ada di PRM Glagah yaitu belum adanya kader yang sesuai dengan syarat-syarat menjadi pemimpin muhammadiyah berikutnya dan harapan dari ketua PRM glagah yaitu ada nya bibit kader yang dapat meneruskan nya di kemudian hari.
Kendala PRM Glagah dalam menjalankan tugasnya :
PRM glagah yang berdiri pada tahun 1965 yang beralamatkan di Jln Glagah sari dengan pendiri bernama H.Noto Sudiharjo , dengan awal berdirinya terdapat 100 simpatisan dan sampai sekarang kurang lebih 300 anggota , dari semua program kerja PRM Glagah sekitar 50% telah terlaksana . kendala yang utama di PRM Glagah adalah penerus kepemimpinan PRM yang dimana di harapkan kepada kaum muda menjadi penerus berikutnya menjadi kader – kader pemimpin , kendala yang jarang terjadi yaitu sumber daya manusia dan konflik antara pengurus PRM , sedangkan kendala kecil di PRM glagah yaitu ketersediaan dana dan kemampuan organisasi dari pengurus PRM.
Amal usaha yang di miliki PRM adalah sekolah TK ABA dan panti jompo dengan keterkaitan tersebut PRM ikut sebagian mendanai , kendala utama dalam melaksanakan amal usaha yaitu manajerial dan kendala kecil yang biasa terjadi dalam amal usaha yaitu partisipasi anggota , kepemimpinan , konflik perebutan sumber daya , gangguan eksternal , dana dll.
Dengan demikian diharapkan PRM Glagah dan masyarakat lebih meningkatkan pemahaman kemuhammadiyahannya yaitu dengan cara peningkatan pemahaman kemuhammadiyahan terhadap Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup (MKCH) Muhammadiyah. Yang salah satu isinya menyebutkan Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi berbagai bidang. Salah satu bidang tersebut yaitu Muamalah Duniawiyah. Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya mu'amalat duniawiyah (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran Agama serta menjadikan semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT. PRM lebih di tuntut untuk membina masyarakat muhammadiyah karna PRM lah yang paling dekat dengan umat .
Peningkatan pemahaman atas MKCH diharapkan dapat melahirkan semangat baru PRM Glagah untuk menghidupkan ranting. Sehingga PRM dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.
Berdasarkan pengamatan selama ini, program-program yang meliputi ketiga bidang tersebut sudah berjalan, hanya saja kurang mendapatkan dukungan dan minimnya sarana prasarana yang ada. Pemerintah provinsi diharapkan lebih dapat menjaga, mengusahakan dan memperhatikan kebutuhan masyarakat, dan masyarakat diharapkan dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan kegotongroyongan guna meringankan beban masyarakat yang kurang mampu.
Bagi mahasiswa KKN periode berikutnya hendaknya mampu mengubah diri sebelum mengubah orang lain, menanamkan rasa rendah diri dan sikap kekeluargaan, lebih berbaur dengan masyarakat, berani mengambil resiko, bekerja sama, bersemangat dalam tim, menjaga kekompakan dengan tim, dan selalu berjalan untuk mewakili kelompok. Selain itu harus saling memahami dan menghargai orang lain agar terwujud kekompakan tim dan dapat melaksanakan program dengan sebaik-baiknya.
Mahasiswa merupakan kelompok masyarakat yang berpendidikan maka hendaknya para mahasiswa menyadari bahwa segala tindak tanduknya akan selalu dipantau oleh masyarakat, setiap perbuatan yang kita lakukan pasti akan dinilai oleh masyararakat sehingga harus selalu memperhatikan akibat dari apa yang akan kita perbuat. Selain itu mahasiswa harus dapat menjaga nama baik almamater jangan sampai melakukan perbuatan yang merusak citra Muhammadiyah dan Universitas Ahmad Dahlan pada khususnya.
C. EVALUASI
Pada prinsipnya semua program berjalan dengan lancar, namun ada beberapa hal yang harus dievaluasi secara umum diantaranya :
1. Adanya keterbatasan waktu dalam melaksanakan kegiatan KKN yang sudah direncanakan, sehingga ada program yang tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana misalnya program kerja kami bakti sosial yang memerlukan persiapan yang banyak sehingga tidak dapat terlaksana.
2. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang program yang akan dilaksanakan.
3. Kurangnya pengetahuan tentang tata cara pembangunan masyarakat kota.
4. Kurang Koordinasi dari peserta KKN, sehingga ada program yang berbenturan dengan program bidang lain.
Namun secara keseluruhan berdasarkan hasil observasi di lapangan, pelaksanaan KKN selama kurang dari satu bulan itu banyak ditemukan fakta baik positif maupun negatif. Hal tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami.
Kehadiran peserta Kuliah Kerja Nyata ( KKN) dalam setiap kegiatan mendapat sambutan dan tanggapan positif. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan partisipasi terhadap segala kegiatan dimasyarakat.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Dengan melihat, mengkaji dan merasakan secara langsung semua kejadian pengalaman selama pelaksanaan KKN ini, maka kami mencoba untuk menarik kesimpulan sebagai bahan pertimbangan dan kritikan atau usulan yang sifatnya konstruktif dan sebagai bahan kajian untuk meningkatkan pembangunan daerah sekitar PRM Glagah, serta untuk memajukan Universitas Ahmad Dahlan pada umumnya.
1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat kami kemukakan dalam laporan KKN ini adalah sebagai berikut ;
a Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) wilayah ranting muhammadiyah mendapat sambutan, tanggapan dan perhatian yang cukup baik dari warga masyarakat.
b Program memerlukan kesiapan yang matang, yang meliputi kesiapan fisik maupun mental, tak kalah penting ilmu pendidikan dan keterampilan yang memadai sebagai bekal untuk aktivitas dalam kehidupan masyarakat sebenarnya.
c Pada dasarnya masyarakat sangat memerlukan dukungan untuk dapat meningkatkan kesejahteraannya, maka kita sebagai mahasiswa harus menjadi motivator bagi masyarakat sekitar daerah PRM Glagah.
d KKN adalah kegiatan yang salah satu fungsinya mengajarkan mahasiswa untuk tampil sebagai motivator masyarakat kearah yang lebih maju
e Mahasiswa sebagai anggota masyarakat harus lebih banyak belajar dari masyarakat karena mahasiswa itu dipandang sebagai orang yang serba bisa dan serba tahu maka perlu adanya kontrol diri.
f Dengan adanya kegiatan KKN ini, hubungan antara lembaga perguruan tinggi sebagai sumber ilmu pengetahuan dengan masyarakat dan
pemerintah kecamatan setempat semakin baik, sehingga penanganan di berbagai bidang pembangunan akan terintegrasi.
2. Saran
a. Saran kepada aparat pemerintah lokasi KKN
Dari hasil observasi yang telah kami lakukan hendaknya pemerintah kota harus lebih meningkatkan peran dan fungsi RT dan RW karna bersentuhan langsung dengan masyarakat yang ada di tingkat kota seperti dalam bidang pembangunan, pendidikan, kesehatan pelayanan publik dan lain-lain.
b. Saran kepada PRM Glagah
PRM Glagah sebaiknya lebih meningkatkan kegiatan kemuhammadiyahan di masyarakat sekitar PRM Glagah misalnya kegiatan – kegiatan kepemudaan yang bersifat gotong royong dan keagamaan . Dengan adanya pemuda – pemuda di lingkungan glagah dapat menjadi penggerak kegiatan kemuhammadiyahan , sehingga di harapkan PRM Glagah lebih aktif.
Ranting Muhammadiyah memiliki peran besar dalam pencapaian tujuan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam, amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid. Dan untuk dapat melaksanakan peran itu dengan baik, Ranting mesti hidup, kuat dan berdaya. Karena itu, penguatan dan pemberdayaan Ranting harus dilakukan secara terus menerus melalui berbagai kegiatan untuk menghidupkan masyarakat Muhammadiyah.
c. Saran kepada peserta KKN
1. Diantara para peserta KKN hendaknya menjalin kerjasama dan kekompakan.
2. Para peserta KKN hendaknya mawas diri dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
3. Para peserta KKN hendaknya mampu menunjukkan peranannya sebagai insan intelektual yang sesungguhnya, mampu melakukan perubahan kearah yang lebih baik dalam menunjang proses pembangunan yang ada.
4. Hendaknya peserta KKN bersikap lebih dewasa dan bisa menerima serta beradaptasi dengan situasi dan kondisi pada saat KKN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar